Mengenal Lebih Dekat dengan Umar bin Khatab | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Mengenal Lebih Dekat dengan Umar bin Khatab

Aku hendak membunuh Muhammad.” Kalimat itulah yang terlontar dari mulut seseorang  yang kemudian berjuluk “Singa padang pasir” ini, sebelum Beliau mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam. Kebenciannya tentang Islam saat itu tidak diragukan lagi. Bahkan ia tidak segan-segan untuk menyakiti serta menampar dengan keras adiknya sendiri, ketika ia mendapati adiknya tersebut telah mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW).

Dia jugalah yang mengubur hidup-hidup anaknya sendiri karena malu ketika mendapati anaknya tersebut terlahir sebagai perempuan. Kegagahan, keganasan, serta kekerasan sangat lekat dalam dirinya saat itu. Tidak ada seorangpun yang dapat menyamai keberingasan dan sepak terjangnya dalam melakukan apapun kemauannya.

Namun Hidayah Allah ternyata berlaku untuknya. Dia berbalik menjadi pengikut Islam yang setia setelah Allah mengabulkan sebuah doa dari RasulNya, Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan orang yang paling Engkau cintai diantara kedua orang ini, yaitu Umar bin al-Khaththab atau Abu Jahal ‘Amr bin Hisyam.”

Hijabers, Beliau adalah Umar bin Khatab, salah satu sahabat Rasulullah yang mulia. Beliau adalah satu-satunya orang yang hijrah dengan terang terangan tanpa rasa takut. Beliau pun termasuk satu dari empat khalifah yang terkenal dalam sejarah Islam. Dengan karakternya yang tegas, bijaksana, beliau banyak ditakuti oleh kaum Quraisy pada saat itu. Dan tidak hanya manusia, saking beraninya setan pun lari darinya. Rasulullah SAW bersabda,

“Wahai Ibnul al-Khaththab, demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman tanganNya, sesungguhnya tidaklah setan menemuimu sedang berjalan di suatu jalan kecuali dia akan mencari jalan lain yang tidak engkau lalui.”

Setelah memeluk Islam, Umar bin Khatab berubah menjadi lembut hatinya dan sangat mengasihi Rasulullah SAW. Beliau yang terkenal ganas tersebut bahkan sampai menitikkan air mata karena merasa iba dengan kondisi Rasulullah SAW yang sedang tidur di atas tikar kasar hingga gurat-gurat tikar itu membekas di badannya. Saat itu Rasulullah SAW bertanya, “Mengapa engkau menangis, ya Umar?” Umar menjawab, “Bagaimana saya tidak menangis, Kisra dan Kaisar duduk di atas singgasana bertatakan emas, sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu, ya Rasulullah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya.”

Rasulullah kemudian bersabda: “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat? Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas. Dia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya“.

Hijabers, Umar Bin Khatab yang sangat gagah berani ini akhirnya meninggal di usia 63 tahun tepat di hari Rabu, bulan Dzulhijah tahun 23 H. Beliau ditikam ketika sedang melakukan Salat Subuh oleh seorang Majusi yang bernama Abu Lu’luah budak milik al-Mughirah bin Syu’bah yang diduga mendapat perintah dari kalangan Majusi. Umar kemudian dimakamkan di samping Nabi dan Abu Bakar ash Shiddiq. Semoga Allah selalu merahmati Umar bin Khatab.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top