Mengasihi Orang Miskin Dan Anak- Anak Yatim | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Mengasihi Orang Miskin Dan Anak- Anak Yatim

326 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Orang miskin dan anak- anak yatim adalah mereka yang sering terlalaikan di jaman yang semakin individualis ini. Namun Islam yang penuh kasih sayang senantiasa mengingatkan para pemeluknya untuk selalu memberi perhatian kepada mereka. Bahkan Allah berfirman di dalam Surat Al Maa’uun yang mengancam para manusia yang mendustakan hari pembalasan. Dan salah satu ciri dari sifat mereka tersebut adalah tidak menyayangi anak yatim dan orang miskin, juga lalai dari shalat dan riya’. Mereka sangat enggan menolong orang lain dengan harta atau pun suatu yang memberi manfaat.

 

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’  dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Maa’uun: 1-7).

 

Hijabers, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam, tauladan kita yang mulia juga sangat mengasihi anak- anak yatim dan orang- orang miskin miskin. Karena beliau adalah seseorang yang sangat lembut hatinya. Beliau juga mengajarkan kepada kita yang ingin melunakkan hati kita, salah satu caranya adalah dengan mengasihi anak yatim dan orang- orang miskin.

 

“Seorang laki- laki mengeluh kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam karena hatinya yang keras, usaplah kepala yatim dan berilah makan orang- orang miskin”. (Hr. Ahmad)

 

Beliau juga mengabarkan kepada kita tentang besarnya keutamaan dan pahala orang yang ikhlas menanggung anak yatim karena Allah ta’ala. Bahkan yang demikian itu adalah akan mendapat tempat yang dekat dengan beliau kelak di surga.

 

Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya” (Hr. Bukhari)

 

Yang dimaksud “menanggung anak yatim” disini adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah yaitu makan dan minumnya, pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar.

 

Kawan, sungguh Allah adalah satu satunya yang mengatur rizki kita. Dan Allah tidak akan menyia- nyiakan hambanya yang ingin ikhlas beribadah, dengan harta mereka. Harta itu tidak akan habis, bahkan akan semakin ditambahkan oleh Allah baik jumlahnya maupun keberkahannya. Karena itu, jangan kita memiliki perasaan menyayangkan ketika harus berbagi dan menolong orang- orang miskin dan anak- anak yatim. Karena seperti sebuah bumerang yang kita lempar, semua kebaikan itu akan kembali kita panen sendiri, dan kembali kepada diri kita sendiri.

 

Semoga Allah senantiasa melembutkan hati kita untuk bisa berkasih sayang dengan orang- orang yang dikasihi oleh Allah Ta’ala dan para rasulnya tersebut. Aamiin.

 

 


 



RELATED ARTICLE