Mengapa Harus Mengungkit Jika Telah Memberi? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Mengapa Harus Mengungkit Jika Telah Memberi?

Hati manusia bisa berubah setiap waktu. Bisa jadi kita sholeh dikala pagi, tapi menjadi ingkar dikala siang. Kita meraih pahala dengan berbuat baik  kepada seseorang, namun beberapa waktu kemudian, kita malah sibuk menghapus sendiri semua pahala tersebut. Dan lain sebagainya.

Salah satunya adalah ketika kita dahulu pernah berbuat baik kepada orang lain, namun ketika datang suatu peristiwa yang mungkin membuat kita kurang enak hati, kitapun lalu sibuk mengungkit-ungkit kebaikan yang telah kita lakukan waktu itu. Padahal Allah Subhanahu Wata’ala telah berfirman kepada kita, (yang artinya), Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima). (QS. Al-Baqarah: 264).

Dan kalau hal seperti ini sudah terjadi kepada kita, maka kerugian terbesar justru kitalah yang akan menanggungnya sendiri. Belum lagi tergambarnya dengan jelas, bahwa kita juga termasuk pribadi yang tidak tulus. Maka jangan heran bila kita kedepannyapun akan lebih susah mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Hal ini berbeda dengan mereka yang terbiasa untuk berbesar hati menerima keadaan atau cobaan apapun yang datang kepadanya. Termasuk ketika orang yang dahulu pernah diperlakukan baik, malah membalas dengan jahat kepadanya. Sebenarnya, Allah akan memihak kepadanya, karena Allah sangat menyayang mereka orang-orang yang ikhlas berbuat baik hanya karenaNya, yang sabar, bersih hatinya, tabah dan menggantungkan harapan hanya kepada Allah Ta’ala.

Bagi mereka itu, dipuji ataupun di caci manusia adalah sama saja, toh tujuan mereka bukan mengharapkan keridhoan manusia setelah mereka berbuat baik. Bagi mereka, penilaian dan kasih sayang Allah adalah yang utama. Mereka sangat mengerti bahwa Allah adalah yang Maha menghargai sekecil apapun usaha mereka untuk berbuat baik, sedangkan manusia adalah tidak.

Karena itu jangan sampai dalam berbuat baik kita mengharapkan timbal balik yang serupa dari manusia. Karena jika begitu, maka kitapun harus menyiapkan sebuah hal yang bernama kecewa. Lakukan saja, lepaskan saja, setelah itu lupakan saja. Agar pahala kita tetap utuh dan kelak akan menjadi sumber kebahagiaan bagi diri kita sendiri.     

Mari Hijabers, kita mantabkan hati kita untuk hanya ikhlas mengharap keridhoan Allah, dalam melakukan banyak aktivitas kebaikan. Selain untuk menghindari kekecewaan yang mungkin akan datang karena timbal balik yang tidak selalunya baik dari manusia, kitapun akan lebih belajar menjadi manusia yang tulus dan dekat kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Semoga Allah tetap menjadikan kita manusia yang penuh kasih sayang serta lembut hatinya, menjauhkan kita dari menjadi pribadi yang jahat lisannya, mudah marah dan kecewa hatinya, dan merugikan diri sendiri karena selalu mengungkit-ungkit pemberian dan perbuatan baik yang telah kita lakukan kepada orang lain. Aamiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top