Menebarkan dan Menjawab Salam | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Menebarkan dan Menjawab Salam

283 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Salah satu ajaran Nabi Muhammad yang mulia adalah menebarkan salam untuk sesama muslim. Kebiasaan ini dapat mempererat hubungan, kerukunan, serta cinta kasih antar sesama muslim.

Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.”

Dan kita dianjurkan untuk mengucapkan ucapan salam secara utuh dan sempurna kepada saudara- saudara muslim kita, yaitu dengan mengucapkan, “Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.”. Hal ini karena akan lebih banyak keutamaan dalam ucapan tersebut tentunya.

Dari ‘Imran bin Hushain radiallau ‘anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengucapkan, ‘Assalaamu’alaikum’. Maka dijawab oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia duduk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sepuluh’. Kemudian datang lagi orang yang kedua, memberi salam, ‘Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaah.’ Setelah dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia pun duduk, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Dua puluh’. Kemudian datang orang ketiga dan mengucapkan salam: ‘Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa baraakaatuh’. Maka dijawab oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian ia pun duduk dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tiga puluh’.” (Hr. Bukhari)

Selain mengucapkan salam, kebiasaan para sahabat jika mereka berjumpa maka saling berjabat tangan antar satu dengan yang lain. Dan bila mereka menyambut kedatangan salah satu dari mereka yang dari bepergian jauh, karena mereka akan memeluknya. Hal ini berdasarkan hadits Anas bin Malik radiallahu ‘anhu, ia berkata:

“Apabila sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saling berjumpa, maka mereka saling berjabat tangan dan apabila mereka datang dari bepergian, mereka saling berpelukan.” (HR. At-Tabrani)

Selanjutnya, bila ada yang mengucapkan salam kepada kita, sedang saat itu kita sedang sendiri, maka hukum untuk menjawabnya adalah fardu ‘ain atau wajib untuk dilakukan. Sedangkan bila salam tersebut diucapkan pada suatu kelompok, maka hukum menjawabnya adalah fardu kifayah atau wajib dilakukan, namun bila telah dilakukan oleh muslim yang lain maka kewajiban itu gugur. Atau dengan kata lain bila salah satu dari anggota kelompok itu telah menjawab salam yang diucapkan pada mereka, maka hal itu sudah cukup.

Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sudah mencukupi untuk suatu rombongan jika melewati seseorang, salah satu darinya mengucapkan salam.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

Namun perlu kita ketahui, bahwa kita dilarang untuk mengucapkan salam terlebih dahulu kepada orang Yahudi dan Nasrani. Dan jika mereka mengucapkan salam kepada kita, maka balaslah salamnya dengan ucapan ‘Wa ‘alaikum’.

Dari Ali bin Abi Thalib radiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian mengucapkan salam lebih dahulu kepada Yahudi dan Nashrani, ...” (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepada kalian, maka ucapkanlah: Wa’alaikum (dan atas kalian).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selain itu, tidak ada larangan untuk mengucapkan kalimat yang selain itu, contohnya “Bagaimana kabar anda atau bagaimana kabar anak-anak Anda?”. Sebagian ulama membolehkan hal tersebut. Hal ini akan membawa kemaslahatan seperti membuatnya tertarik kepada Islam, dan mau menerima dakwah Islam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

Serulah (manusian) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.(An-Nahl: 125)

Dan janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka.” (Al-Ankabut: 46)


Wallahu ‘alam.

 



RELATED ARTICLE