Menasehati Dengan Cara Yang Indah | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Menasehati Dengan Cara Yang Indah

319 kali dilihat

“Siapa saja yang menasehatimu secara sembunyi-sembunyi, maka dia benar-benar menasehatimu, Dan siapa yang menasehatimu didepan banyak orang, maka sebenarnya dia sedang menghinamu. “

Itulah kutipan kata-kata mulia dari yang Imam Syafi’i yang menggambarkan salah satu kemuliaan akhlak seorang muslim. Bahkan untuk memberikan sebuah nasehatpun, ada tata cara dan keindahannya tersendiri. Sehingga, nasehat yang disampaikan nggak malah jadi pemicu konflik, karena adanya ketidaksukaan dari orang yang diberi nasehat.

Pada dasarnya manusia memang banyak yang mengerti tentang nggak mungkinnya sebuah kesempurnaan dalam diri seseorang, termasuk juga dirinya. Tapi karena ego, kadang manusia selalu ingin dianggap benar, dan atau nggak bisa menerima ketidaksempurnaan dirinya itu. Apalagi kalau sampai hal itu jadi bahasan orang lain.

Karena itulah, diperlukan etika serta tatabahasa yang sopan, agar nasehat yang kita berikan atas kesalahan seseorang itu dapat diterimanya juga dengan baik. Diapun akhirnya bisa dengan legowo menerima kesalahannnya, tapi juga kehormatannya selamat karena dia nggak perlu merasa malu karena orang lain tahu kekurangan dia.  Dan untuk melakukan semua itu, imam syafie menganjurkan kepada kita agar menasehati saudara kita secara sembunyi atau hanya empat mata saja dengannya, dan bukan malah di depan orang banyak.

Jangan sampai kebencian atas kekurangan dari seseorang memicu kita untuk mengumbar kekurangan orang tersebut didepan khalayak ramai. Dan kitapun lalu sok-sok an memberikan nasehat kepada orang tersebut, padahal sebenarnya kita sendirilah yang butuh dinasehati. Gimana nggak, kitalah justru yang dengan sadar sedang menuruti nafsu diri kita dan mengumbar kebencian kita pada saudara kita. Padahal, mungkin dia sendiri sedang nggak ngerti atau nggak sadar kalau dia salah.

Kawan, kitapun pasti pengen bila kita salah, kita diingatkan dengan cara yang baik. Maka sudah sepantasnya juga kalau kita memperlakukan orang lain juga seperti kita pengen diperlakukan. Dan itulah bukti bika kita mencintai saudara kita, seperti kita mencintai diri kita sendiri. Akhlak indah inilah yang dahulu pernah dipesankan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam untuk kita, (yang artinya), “Tidak beriman seseorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dan inti dari sebuah nasehat adalah harapan kita bila orang tersebut akhirnya jadi lebih baik kedepannya, dan bukan malah membuat dia makin merasa dirinya benar, dan atau malah jadi antipati dengan kita.  Maka sudah sepantasnya niat yang baik, nasehat yang baik, kita sampaikan juga dengan cara yang baik. Agar keindahan itu tetap jadi indah, dan berbuah pahala juga untuk diri kita.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE