Memudarnya Agama Islam, Apakah Benar? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Memudarnya Agama Islam, Apakah Benar?

Apa yang ada di pikiran kita pas ngeliat sesuatu yang tiba- tiba muncul di depan mata? Reaksi pertama pastilah heran, kaget, atau malah mundur teratur. Khawatir sesuatu akan terjadi sebagai efek samping dari keanehan itu.

Kurang lebih seperti itulah gambaran tentang pandangan orang kebanyakan ketika melihat orang yang berislam secara menyeluruh sekarang ini, baik dalam penampilan ataupun dalam sikap dan sifat keseharian.

Kok bisa? Lihat saja kenyataannya. Ada yang sedang belajar untuk bertobat dibilang sok alim, yang soleh dibilang surga udah kaya’ di kavling sendiri, yang bercelana di atas mata kaki dibilang kebanjiran, yang berkerudung di katain cupu, yang rajin sedekah dibilang pamer, yang bercadar dibilang ninja, yang berjihad dibilang teroris, yang pengen jauh dari syirik dibilang tidak modern, dan masih banyak lagi komentar yang membuat kita harus sabar-sabar.

Bagi para komentator, semua kelihatan serba aneh. Mengapa? Karena hal yang mereka lihat sama sekali tidak biasa muncul di lingkungan mereka. Maka benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwa “Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing.” (HR. Muslim no. 145).

Hal ini ngejelasin bahwa kita sebagai umat islam harus sabar dengan istilah "keterasingan". Selain itu juga harus disiapkan kesabaran yang ekstra dalam menghadapi keterasingan itu, sama halnya ketika awal kali Islam datang.

Seperti apakah Islam yang dulu?  Yang pasti ujiannya sangat berat. Karena Islam datang di tengah zaman yang jahiliyah, zaman dimana banyak kemaksiatan dan kemungkaran terjadi. Pengikutnya banyak yang difitnah, bahkan banyak yang disiksa hingga mati. Pengorbanan mereka pun tidak sedikit. Jangankan harta, keluarga bahkan nyawa sekalipun jadi taruhannya.

Rasulullah SAW pun telah bersabda, “Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)

Kita sebagai manusia biasa pasti sulit bahkan tidak akan dapat menggenggam bara api karena tangan kita sudah pasti akan terbakar. Ini persis sama dengan orang yang ingin berpegang teguh dengan ajaran Islam saat ini. Kita  sampai-sampai merasa berat ketika ingin berpegang teguh dengan Islam. Hal itu karena sudah terlalu banyaknya maksiat di sekeliling kita, pelaku maksiat pun juga tidak kehitung, kefasikan juga tersebar luas, plus iman kita yang kadang semakin lemah.

Karena itulah kita butuh buat menyiapkan fisik dan mental serta kesabaran yang ekstra untuk menghadapi kesulitan yang memang luar biasa. Jika kita ingin ber-Islam secara menyeluruh pada zaman seperti sekarang ini.

Tapi janganlah bersedih Hijabers. Karena Allah akan senantiasa bersama kita. Walaupun mungkin jumlah dari golongan kita sedikit, namun Allah senantiasa sangat Maha Tahu tentang hati kita yang ingin benar-benar mengabdi kepadanya. Karena Allah akan senantiasa bersama kita,

“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At Taubah: 40)

“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 249).

“Yang kalian seru adalah Rabb yang lebih dekat pada salah seorang di antara kalian daripada urat leher unta tunggangan kalian.” (HR. Muslim).

Dan satu hal yang pasti Hijabers, bahwa Allah sama sekali tidak akan menyia-nyiakan perjuangan kita untuk meraih ridhoNya. Dan InshaAllah, Allah juga akan memberikan ganjaran yang setimpal dengan perjuangan kita, yaitu surga, yang dimana terlalu banyaknya kenikmatan dan kesenangan di sana dan belum pernah dirasakan oleh indera kita, maka setelah kita masuk di dalamnya kita akan merasa tidak pernah sama sekali menderita di dunia.

Karena itu, berbahagialah orang-orang yang asing yang hidup dalam keterasingan. Orang memang melihat mereka aneh, tapi dalam hati mereka Allah memberikan kedamaian dan ketentraman yang sebenarnya. Tidak seperti mereka yang sibuk dengan hal-hal fana dan sementara yang terus menerus merasa gelisah. Satu hal yang pasti juga, bahwa orang-orang yang merasa asing itu adalah orang yang tidak harus hidup dalam kemaksiatan dan kemungkaran kepada Allah. Hingga jatah hidup mereka pun akhirnya tidak sia- sia bergitu saja di mata Allah.

Benar-benar sebuah jalan hidup yang menyenangkan dan menguntungkan bukan?



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top