Mau Hidupmu Bahagia? Jangan Gampang Membenci! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Mau Hidupmu Bahagia? Jangan Gampang Membenci!

242 kali dilihat

Sebagian orang menganggap bahwa rasa benci itu adalah sangat manusiawi, semanusiawi saat kita mencintai atau menyukai seseorang. Dalam kata lain, benci atau cinta itu nggak akan bisa kita hindari di dalam hidup.

Akhirnya, ada orang yang seumur hidupnya memendam rasa cinta pada seseorang. Jatuh bangunnya dia hadapi dan dia terima. Karena katanya rasa cinta itulah yang bisa membuat dia semangat dalam hidupnya. Disisi lain, ada orang yang juga bisa memendam kebencian seumur hidup. Tapi anehnya efek yang ini jauh beda loh. Kebanyakan justru hidupnya malah nggak bahagia, nggak tenang dan nggak asyik.

Dan ternyata kawan, cinta dan benci adalah hal yang manusiawi memang. Namun efek keduanya dalam diri kita adalah sangat berbeda sekali.

Cinta itu menghidupkan, membahagiakan, menghangatkan, mendamaikan dan membuat indah kehidupan kita.  Sedangkan kebencian itu seperti noda kotor yang membuat hidup kita jadi nggak enak dijalani. Kebencian itu ibarat PR besar yang buat kita repot sendiri karena harus kita selesaikan di seumur hidup kita. Kebencian ibarat kita menanam tembok besar dalam hidup kita, dimana tembok itu berhasil dengan sangat menghalangi kita dari cahaya terang di luar sana yang bisa menghangatkan hati dan tubuh kita. Kebencian itu seperti kita yang minum racun, tapi kita berharap musuh kita yang mati. Ya, yang ada adalah diri kita sendiri yang akan mati, kawan!

Maka, jangan pernah jadi orang yang gampang membenci siapapun kalau kita mau hidup bahagia dan sukses!

Kalau kita benci sama seseorang, itu sama aja kita biarkan diri kita nggak bahagia. Jadi kita yang makin rugi kan? Ya iyalah, secara pas kita benci sama orang, sadar nggak sadar kita tuh ingat mulu’ sama orang yang kita benci itu. Biar kita bisa punya bahan buat lebih membenci dia atau sekedar bisa lebih ngomongin kekurangan dan aib dia. Jadilah kita malah salfok alias salah fokus, kawan. Kita yang harusnya hidup dengan bahagia, dengan damai sentosa, tapi malah sibuk menjahati orang lain. Dan kitapun akhirnya jadi makin jauh dari cara bahagia dan tentang perbaikan diri sendiri.

Kalau kita benci sama seseorang, hidup kita loh juga nggak akan damai. Gimana nggak, rasa benci itu akan nguras tenaga, pikiran dan hati kita, buat cari cara agar orang yang kita benci itu lebih sengsara dari pada hidup kita. Kita seakan bisa ngambil alih tugas Allah buat menghukum dia habis-habisan. Kenapa sih kudu gitu, kawan? Ya udahlah ya, kalau memang dia yang kita benci itu melakukan kesalahan, Allah udah cukup tahu cara menghukum dia atau menyadarkannya. Dan kita jangan malah ikutan “berpartisipasi” buat kesalahan dihadapan Allah juga. Dan kalau ternyata kita benci padanya karena justru dia telah melakukan kebaikan, fix banget ketahuan akhirnya kalau ternyata kebencian kita itu adalah tanda iri kita kepadanya.

Kalau kita gampang banget benci sama seseorang, itu sama saja kita merelakan diri buat dikuasai iblis. Masih ingatkan gimana bencinya si iblis kepada Adam? Dan si iblispun akhirnya bersumpah bahwa dia akan mengganggu keturunannya biar bisa ikut langkah dan sifat dia yang suka iri, dengki dan benci itu. Dan lalu kok kita malah dengan rela memelihara rasa itu dihati kita. Yakin kita mau jadi pengikut setianya iblis?

Kawan, jika ada sesuatu yang kurang pada diri seseorang, yakin aja bahwa Allah juga meletakkan lebih banyak kebaikan pada diri dia. Karena itu jangan gampang memutuskan kita benci pada sesuatu atau seseorang itu.

Hidup hanya sekali, jangan rusak suasana hidup kita yang tenang dan nyaman ini dengan gampang membenci. Karena bukankah kita juga nggak mau gampang dibenci oleh orang lain?. Sebarkanlah cinta banyak-banyak, kawan. Seperti kita yang ingin banyak-banyak dicintai oleh orang lain, walaupun ada banyak juga kekurangan kita. Setuju?

 

(NayMa)

 

 



RELATED ARTICLE