DiaryHijaber
Maafin gueee... | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Maafin gueee...

(Diaryhijaber.com) - Hmm, salut nggak sih kalo ada orang yang dengan gentle say sorry ke kita, nggak perduli kesalahannya segedhe apa juga ??? Yoi pastinya buuu'.

Secara men, hare genee, susah loh dapat orang yang dengan legowo dan brani ngakuin ksalahannya begituh. Noh liat penangkapan para koruptor pemakan uang rakyat tuh, udah salahnya gedee, yaelah boro boro preskon minta maaf, ettdaah malah mejeng ngeksis sambil senyum senyum depan kamera media. Dikira kali lumayan lah jadi seleb dadakan boo'. Dah gitu kalo yang cewek kostumnya berubbbah, pake kerudung ala ala ibu ibu mau brangkat ngaji coy. Sungguh terlalluuh!! 

Karena itu, sebesar apapun kesalahan orang yang udah say sory ke kita, yawdah maafin aja. Tunjukin ke diri kita sendiri kalo kita adalah pribadi yang cukup bisa dibanggakan karena punya hati yang luas dan lapang. Selain itu, dengan dia minta maaf, paling nggak, dia dah dikiiitlah nyadar kesalahannya dimana. Walo emang sih, kadang juga perlu dipastiin juga biar dia nggak ngulangin kesalahan yang sama. Soal caranya dan porsinya, ya dikau sendiri yang tau. 

Tapi satu catatan aja, kalo memperlakukan orang jangan kebangetan bu, termasuk kepada ituh orang yang udah say sory ke kita. Contoh maki maki seenak kita ampe pake kata yang nggak pantes didenger telinga. Yang ada, entar akan ada suatu masa dimana kita yang bakal nyesel, dan malah kudu minta maaf balik ke dia. Nah loo, berabe kan buu'???

Gaes, nggak ada kesalahan yang sangat besar, ampe kita kudu dendam seumur umur ama orang lain. Karena Allah aja yang MAHA BESAR, sangat mengampuni hambanya. 

"Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Tapi kalo ada yang bilang, "Tapi gue bukan tuhan yang Maha pemaaf. Gue manusia biasa". Noo!!!... kita bukan jadi MANUSIA BIASA kalo bisa memaafkan. Kita manusia LUARRR BIASA. dan memang kita bukan tuhan, kita hanya manusia. Tapi kita manusia yang baekk kan??? Kan?? Kaaann???? Karena hanya yang baek yang memaafkan. Sisanya manusia buruk yang pendendam. Tapi... masak iya kita oye oye aja, dilabelin manusia buruk, walopun ama diri kita sendiri buuuuu'. Bataaalll dwoong cantiknya entaarrr... mau??? Mau??? :) :)

Kasihlah orang lain kesempatan kedua, karena kalo kita diposisi dia, kita juga pasti pengen diperlakukan begitu. Kan? Kan? Kan?? :) :). Kalo toh akhirnya dia begituh lagi, begituh lagi, dan begituuh lagi, yawdah mungkin aja emang itu "penyakit" dia, yang kudu diobatin. Soal "resep obat", cara dan porsinya dikau sendirilah yang lebih ngerti. Tapi sebelum acara "obat mengobati" itu kejadian, pastiin dulu kita bersih dari "penyakit" hati juga. Karena ini bukan tentang melampiaskan dendam, kemarahan, kekesalan, dan apapun itu, tapi dengan tujuan murni buat membantu memperbaiki diri saudara kita yang lagi kena "penyakit". 

Belajar dari kisah Abu Bakr yang dulu biasa kasih nafkah ke orang-orang yang nggak mampu. Salah satunya ke Misthah bin Utsatsah. Dia termasuk famili Abu Bakr. Pas kesebarnya berita bohong tentang ‘Aisyah istri Nabi, yang putri abu bakr juga, Misthah ternyata jadi salah satu orang yang ikut nyebarin brita bohong ituh. Kemudian Allah menurunkan ayat menjelaskan kesucian ‘Aisyah dari semua tuduhan jahat itu. Misthah pun dihukum dan Allah memberi taubat kepadanya. Habis kejadian itu slesei, Abu Bakr bersumpah buat mutusin nafkah dan pemberian buat si Misthah ini. Tapi lalu Allah menurunkan firman-Nya:

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (An-Nur: 22)

Gaes, memaafkan itu bukan tentang orang lain, tapi tentang diri kita sendiri. Tentang kualitas kita, yang bakal kelihatan dihadapan Allah subhanahu wata'ala. Dan emang terbukti cara paling sukses buat memaafkan adalah dengan ikhlas karena Allah aja. Karena hanya Allah yang maha sempurna, sedang manusia adalah sangat nggak sempurna.

Ibnu Katsir juga menerangkan: “Bila kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat jelek kepadamu maka kebaikan ini akan menggiring orang yang berlaku jahat tadi merapat denganmu, mencintaimu, dan condong kepadamu sehingga dia (akhirnya) menjadi temanmu yang dekat"

Ibnu ‘Abbas mengatakan: "Allah memerintahkan orang beriman untuk bersabar di kala marah, bermurah hati ketika diremehkan, dan memaafkan di saat diperlakukan jelek. Bila mereka melakukan ini maka Allah menjaga mereka dari (tipu daya) setan dan musuh pun tunduk kepadanya sehingga menjadi teman yang dekat”

Memaafkan memang nggak ngubah apapun dari masa lalu gaezz, tapi inshaAllah akan lebih mempermudah masa depan.

 :)... bukan bgituuuhh bukan??


(NayMa/diaryhijaber.com)



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top