Loh, Ternyata Kita Sedang Depresi Loh! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Loh, Ternyata Kita Sedang Depresi Loh!

326 kali dilihat

Masalah akan selalu datang ke hidup kita. Tiap hari, tiap jam, tiap detik, masalah akan selalu datang menguji kesabaran kita. Dan setiap kita punya kemampuan yang berbeda-beda dalam menghandle masalah itu. Ada yang bisa cuek sambil tenang menyelesaikan, ada yang kuat banget sampai masih bisa senyum manis, tapi juga ada yang galau, tumbang bahkan menyerah dan terpuruk.

Dan khusus buat mereka yang mengalami hal kedua ini, dengan datangnya masalah yang ada setiap hari  itulah kadang mereka merasa jenuh, marah dan bosan. Bentuk pelampiasan yang dilakukan sih bermacam-macam. Dari mulai yang nangis, teriak, bahkan dianggap aja masalah itu nggak ada, trus ditumpuk lagi dan lagi dalam hati saja, sampai akhirnya dia mengalami depresi.  

Oh iya, kalau ada dari kita yang belum tahu tentang depresi, depresi itu pengertian gampangnya gini. Dia adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang biasanya terjadi paling sedikit dua minggu atau lebih. Orang yang depresi mengalami suasana hati yang buruk, yang akibatnya merambat ke pola pikir, dan cara kita beraktivitas sehari-hari. Orang yang mengalami depresi ini biasanya bakal sedih terus menerus, hidup kaya’ nggak ada harapan, nggak punya motivasi buat melakukan aktivitas, dan bahkan pada suatu hal yang menurutnya dulu bisa menghibur dia ternyata sekarang malah udah nggak menarik lagi. Selain itu orang tersebut juga cenderung selalu menyalahkan dirinya sendiri atau bahkan sebaliknya, suka menyalahkan orang lain.

Dan jangan salah lho kawan, orang yang mengidap depresi ini nggak sedikit, loh. Menurut catatan WHO aja, setidaknya 350 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi dan lebih dari 800 ribu orang meninggal bunuh diri akibat depresi.

Jumlah penderita depresi semakin naik dari hari ke hari karena  justru mereka sendiri nggak mau mengakui kondisi diri mereka itu. Mereka bertingkah laku seakan nggak ada masalah dan nggak ada yang terjadi. Semua keadaan itu mereka tutup rapat-rapat dengan alasan malu, aib dan lain-lain. Padahal yang begini justru nggak menyelesaikan loh, malah yang ada justru memperberat diri sendiri.

Kawan, depresi inshaAllah nggak akan terjadi kalau hati kita tenang. Dan ketenangan itu kuncinya satu, dekat dengan Allah, sang Maha Pencipta kita. Seperti firman Allah dalam Al Quran, (yang artinya), “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).

Kawan, hati kita lebih tahu kemana dia harus bermuara. Walau gimanapun kita menolak atau berargumen sekalipun, tapi hati tetap akan menunjukkan kekuatannya untuk bisa menyanggah kita bila kita salah, dan lalu bilang ke kita kalau hanya dengan mengingat Pencipta kita sajalah, si hati tersebut bisa merasa tenang.

Sampai kita menuruti kehendak hati kita, sampai disanalah baru dia akan diam dan nggak akan bergejolak lagi. Diapun lalu akan meyakinkan kita dan menenangkan kita kalau Robb kita yang kuasa adalah yang sangat berkuasa banget buat menyelesaikan masalah kita. Kita juga akan mengerti kalau Allah nggak akan menyia-nyiakan usaha kita buat keluar dari masalah itu dan atau nggak mendengar doa-doa kita. Dia yang Maha Penyayang ke kita, yang satu-satunya yang sayang saat yang lainnya udah nggak perduli dengan kita.

Tapi masalahnya adalah, kita sering mengabaikan apa yang hati kita nasehatkan ke kita itu. Kita sering suka-suka kita aja, walaupun hati kita udah berontak banget. Kita malah sibuk numpuk dosa dan dosa lagi setiap harinya, sampai hati kita menjadi ikut keras bahkan mati. Akhirnya begitu kita kena masalah dikit, kita bingung mau lapor kemana, curhat ke siapa, dan minta bantuan siapa. Hari hari begitu terus, kita tumpuk-tumpuk terus menerus, sampai akhirnya kita benar-benar depresi.

Kawan, kita harus sembuh dari depresi, karena nggak ada guna hidup yang indah ini habis dengan cara yang nggak asyik begitu. Cobaan itu nggak selamanya. Masalah itu bukan buat seterusnya. Badai pasti berlalu kalau kita mau melewati dan berusaha keluar dari dalamnya. Nggak cuma kita aja kok yang sedang dalam masalah. Dari jaman Nabi dulu juga, semua orang udah punya masalah buat cobaan mereka sendiri-sendiri. Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya), “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan). Sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqarah: 214)

Jangan pernah bilang nggak bisa atau nggak kuat. Allah udah mengukur semua masalah itu dengan kemampuan kita menyelesaikannya kok. Dia nggak akan memberi cobaan di luar kemampuan kita. Dan Allah adalah yang Maha Mengasihi kita. Jadi, ayo sembuhkan depresi kita, kita nikmati masalah kita, dan mendekat ke Allah agar ketenangan selalu jadi bagian hidup kita. Setuju?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE