Lo Suka Dia? Ambil! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Lo Suka Dia? Ambil!

285 kali dilihat

Hati cuma bisa diisi satu, dear. Ya nggak sih? Walaupun ada beberapa yang nyangkut di hati, tapi pasti akan ada yang terpaling disayang disana.

Hal ini jugalah yang dialami oleh mereka yang sudah memutuskan untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih Islami. Mereka akhirnya memilih buat menempatkan Allah diatas apapun yang mereka sayang. 

Gampangkah? Nggak banget lah. Karena dengan hal itu berarti berarti mereka kudu menggeser kedudukan manusia atau kesukaan tentang dunia yang sebelumnya menempati posisi terpuncak dihati mereka. Mereka akan banyak menemui konflik, hambatan, tantangan, cacian, makian, dijauhi, di “asingkan” dan lain sebagainya. Asli’ yang begini ini nggak gampang banget, awalnya. 

Contoh aja, yang punya hobi rada-rada “minus” pun pelan-pelan pun ditinggalinnya. Kadang konsekuensi seperti, akhirnya nggak punya temanpun di terimanya.  Sedih memang awalnya, tapi lama-lama justru dia akhirnya bakal dapat teman yang lebih baik baik dari sebelumnya. Dengan sendirinya “seleksi alam” pun terjadi, pemirsa. Kawan-kawan yang baru akan dia dapatkan dengan kualitas yang berbeda. Yaitu mereka yang juga punya prinsip yang sama, ingin mendekat kepada Allah. Hal ini berarti teman-teman itu juga akan membuat dia lebih baik dari pada teman-teman yang dulu. 

Next, yang punya pacar dan begitu di cintaipun diputusin atau “disumbangin” ke orang lain deh. “Lo suka. Udah ambil aja! Gratis kok” hee... Ya begitulah, karena hatinya tahu kalau dia melanjutkan “acara maksiat” itu dia akan repot sendiri dengan berantem melawan hati nuraninya. Intinya, karena memang yang hitam dan yang putih nggak akan mungkin bisa disatukan, kawan. 

Nggak ada perasaan gamang, ragu atau maju mundur cantik nggak jelas gitu, saat dia mulai kehilangan semua yang nggak as dengan acara hijrahnya. Semua yang nggak di sukai Allah pun dengan gampang mulai belajar nggak di sukainya.

Ringan, ringan saja semua di laluinya. Walaupun judul awalnya “bersakit-sakit dulu" tapi akan berakhir dengan adem kemudian.  

Ya, dia akan dapati kalau hidupnya jauh dan jauh lebih adem dan damai setelah itu. Karena memang yang selalu membuat gelisah itu adalah dosa yang setiap hari nggak jeda dilakukannya. Tapi begitu dia hijrah, bukan berarti dia nggak melakukan dosa, tapi dia belajar buat lebih rajin bertaubat, dan belajar lebih baik dan lebih nurut dijalan Allah.

Hatinya telah terbuka, pikirannya pun juga sudah paham, bahwa dunia hanya sekedar perlintasan, dimana dia hanya sekedar mengumpulkan amal kebaikan sebanyak-banyaknya. Dunia bukan tempat berpesta atau bersuka ria tiada akhir. Karena bukan dunia, kampung halaman dia yang sebenar-benarnya, melainkan surga Allah disana yang abadi nanti.

Cerdas. Satu kata yang pas banget disematkan buat siapapun yang melakukan hal ini. Gimana nggak, sementara yang lain masih haha hihi dan happy-happy nggak jelas di dunia dengan mengumbar hawa nafsunya, tapi dia malah memilih buat menjadi visioner alias orang yang berpikir jauh tentang masa depan. Yaitu di kehidupan keduanya nanti. Dan InshaAllah orang-orang yang seperti inilah yang akhirnya akan beruntung di dunia ini dan di akhirat nanti. Lalu, apakah kamu juga termasuk salah satu dari mereka?   

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE