LDR dengan Dia atau dengan Sang Pencipta? | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

LDR dengan Dia atau dengan Sang Pencipta?

Pernahkan kita melihat seseorang yang setiap hari galau karena kekasihnya berada jauh di mata? Hari-harinya seakan kurang ceria, dan setiap waktu tidak akan berlalu tanpa sedetik saja mengingat sang kekasih. Begitulah kekuatan sebuah kasih sayang. Ketika hati telah menyayang sesuatu, maka hati akan terisi penuh olehnya, dan pikiran pun hanya akan terfokus padanya.

Namun entah mengapa sering di antara kita tidak merasakan hal yang serupa ketika jauh dari Allah Subhanahu Wata’ala. Padahal Allah adalah satu satunya yang memegang nyawa kita, yang memberikan jatah nafas dan waktu untuk kita. Dialah yang juga maha penyayang melebihi siapapun yangpernah sayang kepada kita, dan maha pemberi nikmat yang tidak akan pernah bisa diberikan oleh manusia dimanapun di dunia ini.

Kita merasa tetap santai dan tetap tenang dan menjalani hidup dengan biasa saja setiap harinya. Padahal Hijabers, seharusnya kita merasa kawatir karena siapa tahu jangan-jangan ada yang salah dengan keadaan hati kita. Karena seperti kita tahu, hati yang penuh iman, yang indah dan bersih pasti ingin selalu dekat dan merasa dekat kepada Allah. “... Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al Baqarah: 165)

“Sesungguhnya orang beriman itu hanyalah mereka yang disebut nama Allah bergetar hatinya, jika dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya ayat itu membuat iman mereka makin bertambah, dan hanya Kepada Rabb mereka bertawakkal.” (Qs. Qs. Al-Anfal ayat 2).

Jika keadaan ini sedang kita alami sekarang, sungguh bukan Allah yang sedang menjauh dari kita. Karena “Kami lebih dekat kepadaNya daripada urat lehernya.” (QS Qaf: 16). Itulah firmanNya yang tertulis didalam Al-quran. Kita yang mungkin terlalu banyak kesalahan yang kita tidak sadari, sehingga hidayah dan rahmat Allah itu susah sekali untuk masuk dalam hati kita. Atau kita mungkin banyak melakukan kemunafikan sehingga hati kita tertutup oleh dosa.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya." (Hr.Tirmidzi, ibnu Hibban, ibnu Majah, Ahmad)

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan perkataan Hudzaifah dalam fatawanya. Hudzaifah berkata, “Iman membuat hati nampak putih bersih. Jika seorang hamba bertambah imannya, hatinya akan semakin putih. Jika kalian membelah hati orang beriman, kalian akan melihatnya putih bercahaya. Sedangkan kemunafikan membuat hati tampak hitam kelam. Jika seorang hamba bertambah kemunafikannya, hatinya pun akan semakin gelap. Jika kalian membelah hati orang munafik, maka kalian akan melihatnya hitam mencekam.”

Jauh dari Allah adalah keadaan yang menyedihkan, Hijabers. Lebih sedih dari pada kita jauh dari orang yang kita kasihi. Karena hidup kita akan jauh dari petunjuk, membosankan, membingungkan, dan membuat kita jenuh dengan hari-hari kita. Rasa bahagia yang hakiki itu muncul ketika hati juga bahagia. Dan kebahagiaan hati yang sebenarnya adalah ketika dia dekat dengan Tuhannya.

Jadi tunggu apalagi, masihkan kita merasa nyaman-nyaman saja seperti ini sedangkan hati kita dengan jujur merasa jauh dari Robbnya. Jangan terlalu lama membohongi diri atau malah menjadi pembangkang dari keadaan ini. Segera bersujud dan memohon ampun kepada Allah, agar hati kita tidak terasa semakin suram dan hidup kita tidak lagi jenuh, membingungkan dan membosankan. 







Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top