Kupas Tuntas Alasan Daging Babi Diharamkan dalam Islam | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Kupas Tuntas Alasan Daging Babi Diharamkan dalam Islam

524 kali dilihat

Babi, adalah hewan yang jelas banget diharamkan dagingnya buat dimakan oleh kita orang-orang muslim. Aturan itu turun langsung dari Allah yang nyiptain kita, dan tertulis di kitab suci Alquran yang mulia. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, (yang artinya), Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al- Baqarah: 173).

Mungkin ada dari kita yang penasaran, kenapa sih babi begitu familiar banget diharamkan buat kita orang-orang muslim?

Satu hal yang pasti Hijabers, Allah ngasih larangan atau perintah buat kita pastilah ada hikmah dan kegunaan yang penting buat diri kita ini. Karena itulah Allah disebut yang maha Pengasih dan Penyayang. Cuman, kadang kita yang masih minim ilmu ini seringkali belum sampai dengan maksud kebaikan Allah itu.

Dan seiring berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan modern berikut para peneliti yang pintar pintar itu, akhirnya benar- benar mengungkap kebenaran kalo ternyata ada banyak bahaya yang terkandung dalam daging babi.

Salah satunya adalah Prof. A.V. Nalbandov, yaitu Penulis buku Adaptif Physiology on Mammals and Birds, yang menjelaskan kalo kantung urine babi itu sering kali bocor. Akhirnya urine babipun merembes bebas ke dalam dagingnya. Bayangpun apa yang terjadi selanjutnya. Ya, daging babipun akhirnya ikut tercemari kotoran yang harusnya kudu dibuang bersama urine.

Selanjutnya, banyak bibit penyakit pula yang terkandung di daging babi. Sebut saja cacing pita, Cacing spiral, Cacing tambang, Cacing paru, Cacing usus, Cacing Schistosoma, Bakteri Tuberculosis, Bakteri kolera, Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar, Virus kudis, Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii, dan lain-lain.

Nggak cuma itu saja, babi juga adalah tipe hewan yang sangat jorok level akut. Gimana nggak, babi bisa mengencingi kotorannya, dan lalu memakannya lagi. Selain itu, dia juga tipe hewan yang rakus banget kalo liat makanan. Semua yang ada didepannya akan dimakan, dan kalo perutmya sudah penuh, maka dia akan muntah lagi, dan lalu makan muntahannya tersebut.

Dan yang kudu kita tahu juga bahwa DNA babi juga sangat mirip dengan manusia. Jadi ketika kita memakan dagingnya, sifat buruk babi akhirnya bisa menular ke kita. Naudzubillah...

Kalo masih ada diantara kita yang nanya, lalu buat apa babi diciptain kalo cuma buat diharamkan, padahal banyak orang bilang kalo daging babi itu nikmat buat dimakan?

Hidup itu adalah ujian, Hijabers. Di dunia ini Allah nggak cuma buat yang baik-baik tapi juga yang buruk. Allah menciptakan yang halal, sekaligus yang haram. Semua gunanya cuman satu, yaitu emang buat nguji kita sampai dimana kecintaan dan ketaatan kita pada Allah, tuhan yang menciptakan kita. “Dialah (Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang paling baik amalnya.” (QS Al Mulk 2).

Kalo kita mau taat, ya kebaikan itu bakal balik lagi ke kita. Tapi sebaliknya, kalo kita hobi ngelanggar alias ngebangkang, Allah juga nggak akan rugi apa-apa. Justru kitalah yang sangat rugi kemana-mana.

Dunia nggak selebar daun kelor, kawan. Apalagi dunia perkulineran. Masih banyak stok makanan yang menyehatkan dan enak di makan selain juga aman dari bahaya buat tubuh kita. Jadi, kalau kita mau sehat jauhi makan daging babi atau yang udah diolah dalam bentuk apapun. Sayangi tubuh kita, dan sayangi iman kita. InshaAllah kalo udah gitu, kita nggak akan sekedar makan, dan kenyang, tapi juga iman kita ikutan sehat dan baik- baik aja. InshaAllah.



RELATED ARTICLE