Koreksi Diri Demi Kebaikan Diri | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Koreksi Diri Demi Kebaikan Diri

501 kali dilihat

Di dunia ini, nggak ada manusia yang benar-benar sempurna. Semua manusia pasti pernah berbuat salah dan lupa. Hal ini seperti telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini.  

“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya), “Seluruh Bani Adam (manusia) banyak melakukan kesalahan (dosa), dan sebaik-baik manusia yang banyak kesalahannya (dosanya) adalah yang banyak bertaubat.” (HR. Hasan)

Karena itu nggak banget kalau ada diantara kita yang lalu menganggap diri adalah yang paling benar, dan orang lain itulah yang selalu salah. Orang tipe begini, malah nggak akan bikin orang lain disekitarnya menghormati atau menghargai dia. Yang ada, orang-orang malah justru akan mundur teratur karena malas buat sekedar berinteraksi dengannya. Gimana nggak, orang yang merasa dirinya selalu benar akan identik dengan sifat keras kepala, susah menerima nasehat, kritik ataupun masukan dari orang lain.

Sebaliknya, banyak-banyak mengadakan evaluasi diri kita, bisa mendatangkan banyak perbaikan dan kebaikan untuk kita kedepannya. Karena orang yang mau mengkoreksi dirinya sendiri akan lebih dekat dengan sikap rendah hati, karena dia mengakui bahwa dia adalah manusia yang nggak sempurna, dan bisa aja berbuat salah. Karena itu dia merasa harus banyak-banyak bertaubat, dan jauh-jauh dari rasa tinggi hati. Orang lain yang dekat dengannya pun akhirnya merasa teduh dan nyaman bila berada di dekatnya.

Maka benarlah yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam salah satu sabda beliau, (yang artinya),  “Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian. Aku lupa sebagaimana kalian lupa. Oleh karenanya, ingatkanlah aku ketika diriku lupa” (HR. Bukhari).

Kawan, bayangin aja bahkan seorang Rasul yang mulia, kekasih Allah, dan manusia yang dijamin surga oleh Allah saja meminta diingatkan apabila lupa agar bisa mengkoreksi diri beliau sendiri, lalu bayangin juga betapa tingginya kadar kesombongan orang yang nggak mau mengkoreksi diri dan mengakui kalau dia sadar nggak sadar sering berbuat salah?

Kawan, semua orang pasti ingin hidupnya baik dan atau lebih baik. Pun demikian dengan kita, bukan? Dan hidup yang baik itu pastilah bukan milik mereka yang sombong. Karena orang yang penuh kesombongan itu dibenci Allah dan di jauhi manusia.  

Karena itu kawan, koreksi diri memang sangat diperlukan walau bagaimanapun kita merasa tidak membutuhkan. Dengan koreksi diri, kita nggak hanya sekedar memberi jeda sebentar kepada diri untuk menata lagi apa yang kurang dari diri kita, namun juga kita belajar melembutkan dan melapangkan hati kita sendiri, serta menjauhkan kita dari rasa sombong berikut dengan dampak-dampak negatifnya. Dengan begitu InshaAllah Allah pun akan lebih menurunkan Rahmatnya untuk kita. Dan bukankah hal seperti itu yang selama ini kita harap-harapkan, kawan?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE