Kisah Antara Batu Dan Mutiara | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Kisah Antara Batu Dan Mutiara

262 kali dilihat

 

Ini adalah kisah tentang dua buah batu. Kisah tentang batu kali dan batu mutiara. Keduanya sama-sama hanya benda mati. Namun, entah kenapa manusia sangat berbeda sekali dalam memperlakukan keduanya.

Maklumlah, mereka harus susah payah dalam mendapatkan mutiara. Mereka harus menyelam di kedalam laut yang luas, dan lalu mengolahnya sedemikian rupa agar terlihat makin indah dan bisa menjadi perhiasan yang sangat indah untuk dipandang. Sedangkan untuk batu kali, mereka tentunya tidak perlu membutuhkan tenaga ekstra seperti ketika mereka mencari sebuah mutiara dilautan. Semua orangpun bisa mendapatkannya dengan mudah. Selain itu tampilannya yang biasa saja membuat kualitas mereka pastinya jauh berbeda. Mutiara sudah familiar digunakan sebagai perhiasan yang menambah kecantikan wanita. Dan batu kali hanya biasa digunakan diatas tanah untuk pemanis taman saja.

Manusia juga menyimpan mutiara dalam sebuah tempat khusus. Biasanya mereka memberikan tempat yang sangat tertutup dan sangat rapi. Mereka menyimpannya dengan sangat hati-hati, dan tidak memperbolehkan orang lain menyentuhnya.

Sedangkan untuk si batu kali, tentu saja lain lagi. Kadang orang bahkan tidak sempat meliriknya. Dia berada dijalanan, dan orang menganggap hal itu adalah biasa. Maka nggak heran bila nggak ada sama sekali perlakukan istimewa atasnya. Biasa saja. Sangat biasa sekali.  

Pemilik mutiara itu tidak akan membiarkan mutiaranya berceceran dijalan. Jelas saja, karena sebuah mutiara itu begitu indah dan berharga sehingga nggak akan mungkin ada dijalanan, dimana semua orang bisa menyaksikan keindahannya, memegangnya, dan akhirnya memilikinya. Pemiliknya pun juga pasti akan mempertimbangkan tentang harga mutiara yang begitu mahal. Karena itu, pantaslah bila penjagaan ekstra itu berlaku untuknya.

Kawan, belajar dari perumpamaan diatas tahukah kita bahwa kita sebagai wanita tak ubahnya seperti hal tersebut. Diantara kita ada yang bak mutiara dan batu kali. Bukan karena kelas sosial, kekayaan ataupun apapun yang dianggap manusia sebagai kebanggaan. Kita terbeda sebagai kedua hal tadi, tergantung dari bagaimana kita memperlakukan diri kita ini.

Kita “memahalkan diri” sebagai mutiara yang tidak mungkin “tercecer dijalan” atau batu kali yang memang udah biasa “ada dijalanan”?. Kita tampil sebagai wanita terhormat yang berkelas atau wanita urakan yang biasa ada dijalan? Kita membiarkan aurat dan kecantikan kita sebagai santapan mata orang banyak sehingga terlihat biasa, ataukah kita persembahkan kepada yang berhak yaitu suami kita sehingga kita terlihat istimewa?. Kita terbiasa berkeliaran diluar rumah bahkan untuk sesuatu yang kurang penting atau malah sibuk memperbaiki diri dan menjaga diri di rumah? Kita menjaga norma dan sopan santun seperti yang Islam anjurkan atau kita menjadi budak nafsu yang mengkoar-koarkan “kebebasan” versi setan tapi akhirnya justru menghancurkan diri kita sendiri? Dan sebagainya, dan sebagainya. Dan... semua jawaban itu hanyalah diri kita sendiri yang bisa menjawabnya, kawan.   

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE