Keutamaan Hijab Dan Akibat Menanggalkannya | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Keutamaan Hijab Dan Akibat Menanggalkannya

(DiaryHijaber.com) - Menutup aurat adalah kewajiban yang Allah Ta’ala turunkan kepada setiap muslimah. Pakaian “khas” mereka ini tidak cuma sekedar pakaian, namun juga bagian dari kemuliaan, identitas, serta perlindungan bagi mereka. Karenanya, mereka tidak akan di ganggu, mereka akan dikenali sebagai muslimah, dan dihormati layaknya wanita terhormat.

Melihat begitu banyaknya kewajiban dalam pakaian wajib seorang muslimah tersebut, namun masih ada diantara mereka yang kemudian enggan untuk mengenakannya. Alasannya bermacam- macam tentunya. Dari mulai belum siap secara lahir batin, merasa masih melakukan banyak dosa, dan atau masih perlu melakukan banyak perbaikan di dalam hidupnya.

Padahal Allah Subhanahu Wata’ala telah dengan tegas memerintahkan kepada kita tentang kewajiban kita menutup aurat, di dalam Al Quran, (yang artinya), “Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” (Qs. An-Nur :31]

Sebuah contoh ketangguhan iman juga di contohkan oleh para muslimah dijaman Nabi dahulu. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang menggambarkan saat-saat setelah turunnya ayat perintah menutup aurat yang pertama, yaitu Surat An-Nuur ayat 31: “Bahwasanya ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Ketika turun ayat ‘..dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka..’ maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari)

Mereka tidak lalu banyak mempertimbangkan atau beralasan, kecuali hanya melakukan ketaatan dengan segera atas perintah Allah Ta’ala tersebut. Karena itulah tak heran bila kemudian mereka mendapat pujian dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai bagian dari generasi terbaik. Beliau Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, (yang artinya), Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya (tabi’ut tabi’in)”. (HR. Bukhari-Muslim).

Hijabers, aurat wanita muslimah adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Dan Allah Ta’ala lewat lisan Rasulnya yang mulia telah mengabarkan akibat yang akan kita derita apabila kita melanggar aturan Allah itu.

Disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian. (HR. Muslim no. 2128)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, (yang artinya), Wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berjalan berlenggak-lenggok guna membuat manusia memandangnya, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapati aromanya. Padahal aroma Surga bisa dicium dari jarak 500 tahun.” (HR. Malik)

Para ulama ketika menjelaskan apa yang dimaksud dengan wanita yang berpakaian tetapi telanjang maksudnya adalah wanita yang menutup sebagian badannya, dan menampakkan sebagiannya. Artinya, wanita seperti ini auratnya terbuka. Contohnya saja adalah wanita yang berpakaian rok mini, atau menampakkan keelokan rambutnya. Ulama lainnya mengatakan bahwa maksud wanita berpakaian tetapi telanjang adalah memakai pakaian yang tipis sehingga terlihat warna kulitnya.

Hijabers, kita sekarang hidup di akhir jaman, yang memang semakin banyak fitnah atau godaan. Wanita banyak bersliweran setiap saat, dan sibuk memamerkan aurat mereka kepada banyak orang agar mendapat predikat cantik. Godaan seperti ini banyak yang akhirnya juga menjangkiti kita untuk ikut- ikutan tren tersebut. Namun sebagai muslimah yang baik, cukuplah peringatan Allah membuat kita khawatir akan masa depan akherat kita, jika tetap nekat untuk mempertontonkan aurat kita diluaran. Karena siapapun yang mengaku mengaku beriman hanya kepada Allah, pastilah akan mendahulukan ridho Allah diatas kesenangan nafsunya sendiri. Wallahu’alam



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top