Keutamaan Beberapa Sholat Sunnah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Keutamaan Beberapa Sholat Sunnah

347 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Amalan sholat sunnah jugalah amalan yang dicintai Allah. Dan ibadah sholat yang mengiringi  sholat wajib ini adalah untuk melengkapi kekurangan yang terdapat pada sholat wajib. Yang terbaik dalam melakukan ibadah ini adalah yang terus menerus walaupun sedikit. Karena di dalam ibadah sholat sunnah tersebut terdapat banyak keutamaan.

Penjelasan lebih jauh akan diulas seperti dibawah ini, 

  1. Shalat Sunnah Rawatib

Dari Ummu Habibah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatib), akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu: 4 raka’at sebelum Zhuhur, 2 raka’at setelah Zhuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, 2 raka’at setelah ‘Isya dan 2 raka’at sebelum Shubuh.” (HR. Tirmidzi dan An Nasai)

Dan sholat sunnah sebelum shubuh adalah yang paling utama di antara sholat sunnah rawatib, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya walaupun beliau sedang bepergian sekalipun.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua rakaat sunnah fajar (subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.”  (HR. Muslim)

  1. Shalat Tahajud (Shalat Malam)

Allah Ta’ala berfirman, “(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ” (QS. Az Zumar: 9).

Imam Ahmad berkata, “Tidak ada shalat yang lebih utama dari shalat lima waktu selain shalat malam.”

Ada yang berkata pada Ibnu Mas’ud, “Kami tidaklah sanggup mengerjakan shalat malam.” Beliau lantas menjawab, “Yang membuat kalian sulit karena dosa yang kalian perbuat.”

  1. Sholat Witir

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir. (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Sholat Dhuha

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda, Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim)

Dan menurut penelitian kesehatan yang telah dibuktikan oleh para ahli, manusia memiliki 360 persendian. Dan hal ini telah disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang disampaikan oleh Aisyah istri beliau, (yang artinya), Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian.” (HR. Muslim no. 1007)

Dua raka’at shalat Dhuha ternyata sudah mencukupi sedekah dengan 360 persendian. Jika memang demikian, maka kita sepantasnya merutinkan sholat ini setiap hari dan sepanjang sisa hidup kita.

  1. Sholat Isyroq

Shalat isyroq termasuk bagian dari shalat Dhuha yang dikerjakan di awal waktu. Waktunya dimulai dari kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit, setelah sebelumnya berdiam diri di masjid selepas shalat Shubuh berjama’ah. Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya),Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR. Thabrani)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi)



RELATED ARTICLE