Ketika Manusia Bekerja Sama Dengan Jin | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Ketika Manusia Bekerja Sama Dengan Jin

(DiaryHijaber.com) - Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga, para sahabat dan yang mengikutinya dengan baik hingga hari pembalasan.

 

Nafsu manusia tidak akan pernah ada habisnya. Jikalau bisa, mereka ingin hidup dan sehat selamanya, muda seterusnya, dan bersenang-senang sampai kapanpun juga. Segala cara akan ditempuh untuk mengusahakan ini semua. Kadang tak perduli dengan apa yang harus diterjang, dan apa yang akan dikorbankan. Mata hati yang tertutup bimbingan nafsu itulah yang utama. Maka benarlah, bila tak ada iman yang membatasi, atau kepercayaan bahwa Allah itu ada dan harus di Esa kan, serta Allah juga memiliki aturan yang harus di patuhi, maka manusia akan jadi budak nafsu yang hidupnya lebih rendah dari hewan, dan kebahagiaan akherat mereka akan tergadai dengan dunia yang sedikit.

 

Seperti halnya para manusia yang memilih untuk mengadakan kerjasama dengan makhluk Allah yang lain, sebagai contohnya jin kafir atau munafik. Hal ini tidak hanya terjadi di jaman modern ini saja. Bahkan Al Qur’an pun telah mengabadikan fenomena ini berabad- abad yang lalu.

 

Allah ta’ala berfirman, (yang artinya), Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan (QS. Al Jin: 6).

 

Mereka berharap dengan bantuan para jin mungkar itu, mereka bisa mendapatkan kesenangan, kekayaan, kemakmuran dan kebahagiaan yang lebih. Mereka lupa bahwa kesenangan dan harta yang mereka dapatkan itu malah akan menjerumuskan mereka dalam kesombongan, kesesatan dan kegelapan yang lebih dalam. Tidak hanya itu saja, yang lebih menyedihkan adalah nasib mereka yang akhir kehidupannya nanti harus berakhir di neraka, dan kekal didalamnya, kecuali bila Allah menghendaki untuk mengampuni mereka.

 

Firman Allah ta’ala dalam Al Qur’an, (yang artinya), Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (manusia dan jin), (dan Allah berfirman) : “Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia,” lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia : “Ya Rabb kami, sesungguhnya sebagian dari kami (manusia) telah mendapat kesenangan dari sebagian yang lain (jin) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman : “Neraka itulah tempat tinggal kamu semua, sedang kamu semua kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)(QS. Shad: 55).


Kawan, dunia ini hanya sementara, dan dunia bukan tempat untuk bersenang- senang. Seperti nabi Adam dahulu yang harus menebus dosa dengan dihukum turun ke dunia, seperti itulah kitapun akan mengalami banyak kesedihan, cobaan, himpitan, kekurangan, dan hal menyedihkan lainnya. Semua hanya demi ujian agar Allah tahu seberapa serius kita dalam mencintaiNya dan mengesakanNya dalam apapun keadaan kita.

 

Hanya Allah tempat meminta dan memohon pertolongan, dan bukan malah kepada makhluknya. Allah Maha perkasa, Maha Kuasa, Maha Kaya, Maha segala- galanya, lalu kenapa kita bisa tampil bodoh dengan malah meminta kepada makhluk yang sama kemampuannya dengan kita. Diapun masih butuh pertolongan Allah, dia juga tidak kekal seperti kita, bahkan untuk sekedar tahu jadwal kematiannya sendiripun, dia pastilah tidak mengetahuinya. Lalu kenapa kita harus banyak berharap kepadanya?

 

Jangan gampang terbujuk rayuan setan, karena inti dari semua yang mereka lakukan walaupun mungkin kelihatan sangat indah dimata kita, adalah cara mereka untuk menjauhkan kita dari ridho Allah, dan membuat kita dikutuk dan dibenci oleh Allah seperti yang dialami oleh mereka.

 

Semoga Allah selalu melindungi kita dari gangguan, hasutan, rayuan dan bujukan setan dalam bentuk jin dan manusia, yang sangat menyesatkan. Aamiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top