Ketahuilah Hukum Tertawa Berikut | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Ketahuilah Hukum Tertawa Berikut

454 kali dilihat

Kesederhanaan memiliki nilai yang istimewa di dalam Islam. Hal ini karena ketika kita sering melakukan hal secara berlebihan dalam berbagai hal, maka hati akan mudah gampang mati dan susah menerima kebenaran, serta susah pula untuk mengingat Allah.

Salah satunya adalah kesederhanaan dalam bercanda dan tertawa. Ini persis seperti yang telah disabdakan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, teladan kita yang mulia, (yang artinya) “Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Hal tersebut bukan lantas menjelaskan kalau Rasulullah SAW, adalah pribadi yang suka cemberut apalagi seorang yang kaku atau pemarah. Sebagai manusia biasa, kadang kala beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bercanda, untuk membuat orang lain disekitarnya gembira. Namun perlu kita ketahui bahwa canda tawa beliau tidak pernah berlebih-lebihan. Beliau tertawapun tidak terbahak bahak, melainkan hanya tersenyum. Dan perkataan beliau dalam candaannya tersebut, adalah perkataan yang benar, atau  tidak mengandung dusta.

Dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa dia berkata:

“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan tenggorokan beliau, beliau biasanya hanya tersenyum.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selain sederhana di dalam canda tawa, perkataan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dalam candaannya tersebut adalah perkataan yang benar, atau  tidak mengandung dusta. Bahkan Rasullullah pun telah memberi ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda “Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Belajar dari banyak sabda yang telah Rasulullah SAW sampaikan diatas Hijabers, maka sangat penting bagi kita untuk menghindarkan diri dari terlalu banyak tertawa dan bercanda. Karena ketika hati kita gampang mengeras apalagi sampai mati dari mengingat Allah, kerugian terbesar justru akan berbalik kepada diri kita sendiri.

Akan lebih baiknya bila kita banyak- banyak memikirkan tentang akherat dan hari penghisaban nanti. Karena hal tersebut akan lebih membuat kita banyak introspeksi atas kekurangan, dan hati kita juga akan gampang melembut karena akan lebih banyak belajar untuk lebih dekat kepada Allah. Dengan begitu, hidup kita akan lebih gampang pula untuk teratur dan kita atur. Jika sudah begini, InshaAllah kita akan senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik. InshaAllah.



RELATED ARTICLE