Keras Kepala, Sih! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Keras Kepala, Sih!

168 kali dilihat

Karakter manusia diciptakan bermacam-macam. Hal ini lah yang justru bikin dunia kita jadi tambah warna warni. Dan salah satu warna warni itu adalah ketika berhadapan dengan orang yang keras kepala. Ada sebel, ada gemes, ada pusing dan kadang-kadang pengen nimpukin apa gitu, hee...

Karena eh karena sifat keras kepala ini identik dengan nggak mau dikasih tahu, merasa paling benar, susah menerima nasehat, cenderung suka membantah, dan semaunya sendiri. Mereka juga kadang malah banyak memberi alasan baik tentang hal yang mereka lakukan itu. Baru, kalau sudah Allah “turun tangan” langsung, dengan memberi peringatan berupa musibah atau apapun itu bentuknya, mereka baru merasa “oh iya ya, ternyata benar juga ya yang di bilang orang itu dulu”. Cuma masalahnya, iya kalau setelah dia ngerti kesalahannya masih ada waktu buat dia memerbaiki diri dan keadaan, nah kalau nggak, wah tambah ribet urusan. Ya nggak sih?

Imam Asy Syafi’i berkata, "Setiap penyakit pasti ada obat yang akan menyembuhkannya, kecuali sifat bebal dan keras kepala, ia hanya akan membuat orang yang ingin menyembuhkannya merasa putus asa dan kelelahan". Belajar dari nasehat beliau diatas, bisa kita tahu kalau kita bersikap keras kepala, maka orang juga akan malas berurusan dengan kita. Kita jadi susah gaul, susah memperbaiki diri, dan susah dapat ilmu dari berbagai pengalaman orang lain.

Rugi, asli rugi banget kalau sifat satu ini kita pelihara. Dan nggak ada untungnya sama sekali. Dan selain itu kita akan lekat dengan sifat sombong dan merasa diri paling benar. Secara, memang keras kepala itu biasanya nggak suka dengar yang namanya kritik alias masukan untuk dirinya. Dia merasa sudah yang paling bagus, jadi nggak perlu lagi perbaikan diri.

Padahal, nggak ada orang di dunia ini yang 100 persen bakal sempurna dan baik. Dan ya memang kita sendirilah yang paling tahu tentang diri dan kondisi kita, tapi belajar dari pengalaman orang ain, dan mendengarkan nasehat mereka kan nggak ada salahnya juga. Apalagi tujuannya adalah agar kita nggak mengalami kesalahan yang sama seperti yang dia lakukan dulu.

Dan sifat keras kepala ini akan lebih bahaya lagi kalau sudah berkaitan dengan hubungan bersama Allah. Mereka yang keras kepala, kadang malah nggak mau menerima dan mengakui kekuasaan Allah. Dan hal yang begini buat hati mereka semakin keras dan susah menerima kebenaran. Sama sekali beda dengan mereka yang rendah hati dan dengan terbuka menerima nasehat kebaikan untuk dirinya. Allah berfirman di dalam Al Quran, (yang artinya), “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya (sama dengan orang yang hatinya keras)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang hatinya keras untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata (Qs. Az-Zumar:22)

Hanya orang-orang yang pikiran dan hatinya bersih, serta jauh dari sifat keras kepala, yang bisa gampang “sejuk” dan diajak "sejuk" karena mereka dekat dengan Allah dan mengakui bahwa Allah adalah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan dia hanyalah seorang hamba. Karena itu dia memilih untuk terbuka diri dengan adanya kritik saran dan masukan untuk perbaikan dirinya. Dan selanjutnya kabar baik dari orang yang semacam ini adalah hidupnya jadi lebih indah karena kepala dan hatinya sejuk dan adem.

Jadi kalau kita sudah tahu akan begini, yakin nih masih mau terus nyimpan itu sikap keras kepala kita?

 

(NayMa)

 

 



RELATED ARTICLE