Kepada Calon Imamku di Bumi Allah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Kepada Calon Imamku di Bumi Allah

615 kali dilihat

Kepada calon Imamku, entah dimanapun kamu berada sekarang ini. Entah siapapun engkau nanti, namun pasti Allah akan mempertemukan kita suatu hari nanti. Aku berdoa semoga pertemuan itu menjadi pangkal kebaikan dan perbaikan diri kita kelak sampai mati.

Jika nanti kita telah bertemu, dan terikat dalam ikatan yang halal dan suci, maka aku tidak akan hanya memintamu hanya sekedar menjadi imam atau menjadi tulang punggung keluarga. Karena akupun siap berjuang bersama-sama kelak, untuk mendapatkan syurga Allah. Namun, bantulah juga aku! Karena aku adalah wanita biasa yang sama sekali jauh dari kata sempurna. Tolong ingatkan aku dengan sabar, tegur aku dengan sabar, dan benahi aku dengan sabar. Karena aku adalah tulang rusukmu yang mudah patah, ketika kau paksa untuk lurus.

Namun, jangan terlalu memanjakan aku, dan jangan terlalu larut karena alasan tidak ingin menyakitiku. Jika hal yang kulakukan adalah salah di hadapan Allah, tegur aku, Ingatkan, dan jangan kau biarkan! Karena aku juga adalah tulang rusukmu yang tetap bengkok saat kau lemah dan tak serius meluruskannya.

Aku juga akan belajar bersabar, menghadapi apapun ujian kehidupan bersamamu kelak. Karena bagiku, kau adalah surga atau nerakaku. Kau juga adalah ladang amalku yang akan menuntunku kepada Surga Allah Ta’ala.

Kepada calon Imamku, Aku mengerti betapa susah kehidupan diluar rumah nanti yang harus kau usahakan demi nafkah halal aku dan anak-anakmu. Tapi selalu berdoa kepada Allah, agar tetap bisa membantumu paling tidak dengan rasa Qanaahku, serta aku akan menjadi penyemangat bagimu yang selalu ada saat kau jatuh.

Doakan aku agar bisa memperbaiki diri agar mampu mencontoh ibunda Khadijah yang sangat tahu bagaimana menyenangkan, memuliakan serta menenangkan suaminya dalam apapun keadaan suaminya, seperti Ghumaisha’ binti Milhan yang bisa sangat sabar dan telaten dalam memperlakukan suaminya, seperti  Mutiah yang begitu sangat mentaati suaminya karena Allah, seperti Nusaibah Binti Ka’ab sang perisai Rasulullah SAW, yang walaupun beliau wanita namun begitu tangguh berjihad dijalan Allah.

Kepada calon Imamku, Semoga kita bisa bekerjasama mendidik anak-anak kita kelak untuk taat kepada Allah, dan membentuk sebuah keluarga yang diridhoi Allah. Semoga kau bisa menjadi contoh yang baik bagi aku dan anak-anakmu. Serta doakan aku juga agar bisa menjadi ibu yang tidak hanya sekedar melahirkan anak-anak saja, namun bisa mendidik mereka menjadi generasi penerus islam yang tangguh dan benar-benar mencintai Allah.

Kepada calon Imamku, Tolong bermohonlah pula kepada Allah, agar semoga aku bisa memantaskan diri untukmu, dan kelak kau tidak harus bersedih karena telah berjodoh denganku. Karena itu, mari kita sama-sama belajar terlebih dahulu, untuk sebuah perjalanan panjang rumah tangga kita kelak. Mari kita belajar untuk menjaga hubungan kita dengan Allah, hubungan kita dengan keluarga, dan hubungan kita dengan sesama saudara muslim kita. Semoga ketika kita bertemu, kita telah siap memulai semuanya, dengan lebih baik. Aamiin.



RELATED ARTICLE