Kenali "Jebakan" Dari Sebuah Pujian | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Kenali "Jebakan" Dari Sebuah Pujian

349 kali dilihat

Manusiawinya manusia, senang banget dengan yang namanya pujian atau sanjungan. Karena dengan itu semua akan terlihatlah poin positif dari diri mereka. Banyak yang akhirnya menikmati, tapi  sayangnya kedepannya nggak tahu kenapa lalu malah lupa buat melakukan perbaikan yang lebih banyak lagi.

Nah, ternyata disitulah sebenarnya “jebakan” dari sebuah pujian. Kelihatannya saja manis didengar dan nyaman di hati kita. Padahal sebenarnya pujian yang datang ke kita itu malah jarang bawa kebaikan dan atau perbaikan di diri kita. Kita kadang merasa udah senang dapat pujian, dan berarti udah bagus pula yang kita lakukan. Dan kita akhirnya memilih untuk berhenti di titik itu, dan nggak melakukan inovasi yang lebih baik lagi kedepannya.

Selain itu, ada juga “jebakan” lain dari sebuah pujian yaitu datangnya rasa sombong atau bangga diri karena merasa lebih pantas untuk dilihat lebih dari orang lain. Dosa warisan Iblis ini kalau kita biarkan tinggal di hati malah akan menyebabkan banyaknya kerusakan di diri dan amalan kita. Dan hal yang kaya’ begini ini, justru banyak yang kita nggak menyadari sebelumnya. Dalam hadits disebutkan,“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (HR. Abdur Rozaq)

Imam Nawawi rahimahullah juga menuturkan, “Amalan seseorang yang berbuat riya’ (sombong), itu adalah amalan batil yang tidak berpahala apa-apa, bahkan ia akan mendapatkan dosa”

Nah lho, kalau udah begini urusannya akhirnya sia-sia aja kan pahala kita, kawan? Dan yang menanggung kerugian dari semua itu nggak lain juga hanyalah diri kita sendiri.  

Karena itu mari kita selalu ingatkan diri kita kawan, kalau kita terlihat baik sehingga orang lain bisa memuji, semua itu hanyalah karena Allah yang Maha Penyayang berkenan menutup aib kita. Apalagi bila kita menerima lebih dan lebih banyak pujian dari orang lain, berarti kasih sayang Allah juga diberikan ke kita lebih besar, sehingga Dia menutup rapat-rapat kekurangan kita dari pandangan mata manusia lain. Maka dari itu, nggak banget lah kalau kita justru malah bangga dengan semua pujian yang datang ke kita. Yang ada, justru harusnya kita malu ketika kita dipuji, sedang yang Maha Sempurna dan Maha menutup aib kita, jelas-jelas sedang liat kita.

Mereka yang hatinya bersih, penuh dengan ilmu serta sifat tawadhu, dan banyak takut kepada Allah sajalah yang akan sangat mengerti tentang semua itu. Mereka menilai diri mereka hanya seorang hamba. Mereka mendapat banyak kelebihan, hanya karena belas kasih Robb mereka yang Maha belas kasih. Dan mereka sama sekali bukan apa-apa tanpa Robb mereka tersebut. Maka nggak heran jika banyak dari mereka yang kalau mendapat pujian, malah mengumpamakan hal itu sebagai penyembelihan.

Dari Ibrahim At Taimiy dari ayahnya, ia berkata, “Kami duduk bersama Umar ibnul Khaththab radliallahu ‘anhu. Lalu ada seorang pria memuji orang lain yang berada di hadapannya. Umar lalu berkata, Umar lalu berkata, ”Pujian itu adalah penyembelihan.”

 Sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang lain yaitu Abu Bakar juga melakukan hal yang sama. Beliau ketika menerima pujian malah berdo’a,

“Allahumma anta a’lamu minni bi nafsiy, wa anaa a’lamu bi nafsii minhum. Allahummaj ‘alniy khoirom mimmaa yazhunnuun, wagh-firliy maa laa ya’lamuun, wa laa tu-akhidzniy bimaa yaquuluun.

Yang artinya : “Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka”

Semoga kita bisa menjadikan mereka yang mulia ini sebagai contoh dalam bersikap saat kita menerima pujian dari orang lain, agar kita nggak terjebak di jebakan yang kelihatannya aja manis, tapi ternyata berbahaya, dari sesuatu yang bernama “pujian”.  Dan semoga Allah senantiasa menyelamatkan diri dan amalan kita, dari bahayanya sebuah pujian yang kita terima. Aamiin.

 

(NayMa)


Artikel Terkait Lainnya..
Tersandung Karena Sebuah Pujian

RELATED ARTICLE