Kebenaran Mengenai Celana di Atas Mata Kaki | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Kebenaran Mengenai Celana di Atas Mata Kaki

Ajaran Islam sangatlah lengkap dan melingkupi semua hal. Salah satunya adalah dalam cara berpakaian dan berpenampilan. Tidak hanya sekedar menutup aurat, namun cara berpakaian juga mencerminkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, karena telah menghidupkan ajaran Beliau yang mulia, serta menjadikan Beliau contoh yang baik untuk kita, seperti yang telah diperintahkan oleh Allah Ta’ala di dalam Al-Qur’an, (yang artinya), “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21).

Memakai celana di atas mata kaki adalah salah satu contohnya. Hal ini memang dikhususkan hanya bagi laki-laki, sedangkan para wanita diperintahkan untuk menutup telapak kaki.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Pakaian seorang muslim adalah hingga setengah betis. Tidaklah mengapa jika diturunkan antara setengah betis dan dua mata kaki. Jika pakaian tersebut berada di bawah mata kaki maka tempatnya di neraka. Dan apabila pakaian itu diseret dalam keadaan sombong, Allah tidak akan melihat kepadanya (pada hari kiamat nanti).” (HR. Abu Daud).

Dari Hudzaifah bin Al Yaman, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang salah satu atau kedua betisnya. Lalu Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Di sinilah letak ujung kain. Kalau engkau tidak suka, bisa lebih rendah lagi. Kalau tidak suka juga, boleh lebih rendah lagi, akan tetapi tidak dibenarkan kain tersebut menutupi mata kaki.”

Hijabers, tahukah kita bahwa para Sahabat Rasulullah SAW pun sangat perhatian dengan masalah celana di atas mata kaki ini. Suatu hari ketika Umar bin Al Khaththab menjelang kematiannya, datanglah seorang pemuda. Setelah Umar berbicara sebentar dengannya, diapun akhirnya beranjak pergi. Tapi Umar sempat melihat celana pemuda tadi yang menyeret tanah. Umar pun lalu berkata, “Panggil pemuda tadi!” Umar lalu menyampaikan kepada si pemuda, “Wahai anak saudaraku. Tinggikanlah pakaianmu! Sesungguhnya itu akan lebih mengawetkan pakaianmu dan akan lebih bertakwa kepada Rabbmu.”

Dari kisah ini kitapun bisa belajar bahwa dalam hal berpakaianpun, para shahabat Rasulullah SAW juga menekan arti pentingnya. Semoga kita pun bisa melaksakan hal yang sama, serta dimudahkan di dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Aamiin.     



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top