Kebenaran Dajjal Tidak Dapat Masuk Mekkah dan Madinah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Kebenaran Dajjal Tidak Dapat Masuk Mekkah dan Madinah

Salah satu dari tanda-tanda akan datangnya hari kiamat adalah adanya fitnah atau cobaan yang ditimbulkan oleh Dajjal.  Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia lalu memuji Allah Ta’ala, lalu kemudian beliau menceritakan Dajjal. Beliau bersabda, (yang artinya), Aku akan menceritakannya kepada kalian dan tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah menceritakan tentang Dajjal kepada kaumnya. Sungguh Nabi Nuh ‘alaihis salam telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian tentangnya yang tidak pernah dikatakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya, yaitu Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Allah sama sekali tidaklah buta. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dajjal adalah seorang laki-laki yang berkulit merah, besar, gemuk, berambut keriting (kribo), mata kanannya buta seperti anggur yang sudah masak, mata kirinya ditumbuhi daging tebal, tertulis di jidadnya kata kafir yang bisa dibaca setiap muslim yang pandai baca tulis atau buta huruf.

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam juga mengabarkan bahwa Dajjal itu mandul sehingga tak punya keturunan. Dia akan muncul dari negeri timur, Khurosan, yang diikuti 70 ribu Yahudi yang bersenjata dan mengenakan jubah tak berjahit.

Dajjal kemudian ia mengembara di atas bumi, tidak ada satu negeri pun yang ditinggalkannya kecuali Makkah dan Madinah, dia tidak akan bisa memasukinya karena para Malaikat menjaganya.

Dijelaskan dalam hadits Fathimah binti Qais Radhiyallahu anhuma, bahwa Dajjal mengatakan, “Lalu aku bisa keluar. Aku akan berjalan di muka bumi, maka tidak akan aku tinggalkan satu kampung pun kecuali aku singgah kepadanya dalam waktu empat puluh malam, selain Makkah dan Madinah, keduanya diharamkan untukku, setiap kali aku hendak masuk ke salah satu darinya, maka Malaikat akan menghadangku dengan pedang yang terhunus yang menghalangiku untuk memasukinya, dan di setiap lorong darinya ada Malaikat yang menjaganya.” (Hr. Muslim).

Imam Ahmad meriwayatkan dari Junadah bin Abi Umayyah al-Azdi, dia berkata, “Aku dan seseorang dari kalangan Anshar pergi menemui seseorang dari kalangan Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu kami berkata, “Ceritakanlah kepada kami apa-apa yang engkau dengarkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bercerita tentang Dajjal… (lalu dia menuturkan hadits, dan berkata), “Sesungguhnya dia akan berdiam di muka bumi selama empat puluh hari dalam waktu tersebut dia akan mencapai setiap sumber air dan tidak akan mencapai empat masjid: Masjidil Haraam, Masjid Madinah, Masjid ath-Thuur, dan Masjid al-Aqsha.” (Hr. Ahmad)

Semoga Allah menyelamatkan kita dari fitnah Dajjal dan mejauhkan kita darinya. Wallahu A’lam.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top