Kawan, Kita Harus Kaya! | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : Someone

Kawan, Kita Harus Kaya!

302 kali dilihat

Ada yang bilang kalau Islam itu identik dengan yang miskin-miskin. Kita suruh puasa, suruh menjauhi dunia, suruh hidup sederhana dan lain-lain. Yeh, kata siapa, coba? Yang ada justru Islam menyuruh kita umatnya untuk harus kaya, kawan. Mau bukti? Tuh di banyak ayat di Al Quran menuliskan kalau perintah salat selalu diiringi dengan perintah menunaikan zakat. Dan kita tahu kan kalau hanya orang-orang yang mampu dalam segi materi aja yang bisa berzakat? Artinya kitapun harus jadi orang kaya.

 

Nggak cuma itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya adalah juga para orang kaya, dan bahkan super kaya. Ambil contoh aja, Umar bin Khattab. Beliau waktu beliau meninggal, warisan ladang pertaniannya aja ada 70 ribu bidang. Satu ladang kira-kira kalau dihitung dalam rupiah, bisa mencapai 160 juta. Itu berarti beliau memiliki harta sebanyak 11,2 triliun rupiah. Setiap tahun rata-rata ladang pertanian beliau juga menghasilkan 40 juta rupiah. Berarti Umar mendapatkan penghasilan 2,8 triliun setiap tahun atau 233 miliar sebulan. Keren nggak tuh?!

 

Selain itu ada Abdurrahman bin Auf ra. Beliau yang dermawan itu dalam satu kali duduk saja, bisa berinfaq sebesar 64 Milyar kalau dalam hitungan Rupiah. Ada juga Utsman bin Affan. Saat perang Tabuk, beliau juga menanggung sepertiga dari keseluruhan biaya perang. Beliau  menyerahkan 950 ekor unta, 50 ekor kuda, serta uang tunai sebesar 1.000 dinar. Menurut catatan lain, unta yang disumbangkan berjumlah 1.000 ekor, sedangkan kuda yang didermakannya 70 ekor.

 

Utsman juga pernah membagi-bagikan makanan dan barang dagangan yang diangkut oleh 1.000 ekor unta itu kepada penduduk Madinah. Semua penduduk mendapatkan bagian yang mencukupi untuk makan anggota keluarganya.

 

Dan masih banyak lagi sahabat Rasulullah yang sangat amat kaya sekali, yang nggak bisa kita sebutin satu persatu.

 

Tapi kawan, tahu nggak sih karena kuatnya iman mereka maka harta bagi mereka nggak melekat di dalam hatinya. Mereka benar-benar mempraktekkan dan menyadari kalau harta itu cuma sekedar titipan Allah Ta’ala. Karena itulah mereka nggak segan-segan buat membelanjakan harta mereka untuk kepentingan Islam. Mereka juga dalam kesehariannya malah memilih buat bersikap sederhana aja.

 

Contoh aja nih Umar bin Khatab tadi. Tidur siangnya aja cuma pakai tikar dan bantalnya pakai batu bata. Beliau juga hampir tak pernah makan kenyang pas udah jadi khalifah. Hal ini beliau lakukan karena ingin menjaga perasaan rakyatnya. Harta kekayaan beliau hanya banyak digunakan untuk kepentingan dakwah dan umat.

 

Abdurrahman pun juga begitu. Pernah suatu saat waktu perang Tabuk akan dilaksanakan, Umar bin Khattab berkata, ”Sesungguhnya aku melihat, bahwa Abdurrahman adalah orang yang berdosa karena dia tidak meninggalkan untuk keluarganya sesuatu apapun.” Maka Rasulullah bertanya kepadanya, ”Wahai Abdurrahman, apa yang telah engkau tinggalkan untuk keluargamu?” beliau menjawab, ”Wahai Rasulullah, aku telah meninggalkan untuk mereka lebih banyak dan lebih baik dari yang telah aku infakkan.” ”Apa itu?” tanya Rasulullah. Abdurrahman pun menjawab, ”Apa yang dijanjikan oleh Allah dan RasulNya berupa rizki dan kebaikan serta pahala yang banyak.”

 

Dalam hidup para sahabat ini, iman adalah lebih berharga dari berapapun banyak harta yang mereka miliki. Karena itulah juga mereka yang kaya raya itu nggak pakai acara sombong, pamer, apalagi bermewah-mewahan dan atau sampai melalaikan diri dari mengingat Allah. Yang ada malah semangat untuk memberikan harta di jalan Allah semakin kuat.

 

Kawan, kita sebagai orang Islam juga harus sukses dan kaya! kenapa? Karena harta itu akan terpakai dengan baik jika berada ditangan orang-orang muslim yang baik. Lihat aja para Sahabat-Sahabat Nabi tadi, mereka pekerja keras, dan hasil kesuksesan mereka kita bisa lihat sendiri kan? Akhirnya merekapun bisa menyumbang banyak untuk kepentingan dan kemajuan Islam.

 

Jadi, mumpung kita masih muda ini kenapa kita nggak belajar buat menjadikan diri kita nggak hanya sebagai orang yang sholihah aja, tapi juga harus sukses dan kaya dalam kepentingan dunia. Agar kepentingan akhirat dan dunia kita juga bisa kita seimbangkan. Dan InshaAllah dengan begitu kita bisa menjadi muslim yang lebih baik.

 

(NayMa)

 

 

 



RELATED ARTICLE