Kalau Udah Kecanduan Chatting | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Kalau Udah Kecanduan Chatting

486 kali dilihat

Ngobrol itu kerjaan menyenangkan yang biasa dilakuin kita para cewek. Apalagi kalau judulnya udah ketemu sama sahabat dekat kita. Waktu rasanya cepat banget jalannya, dan nggak terasa aja tiba-tiba aja udah kudu selesai.

Dan di jaman sekarang, kebiasaan ngobrol nggak cuma bisa dilakuin di luar rumah. Bahkan sambil tiduran dikamarpun kita bisa tetap ngobrol sama orang lain. Kita bisa berkenalan dengan banyak orang, nambah teman baru, nambah pengalaman baru, dan termasuk ilmu baru yang mungkin belum kita ngerti sebelumnya. Semua karena adanya sarana berupa internet yang udah mencapai segala lapisan dan daerah-daerah terpencil sekalipun.  

Tapi seperti dua sisi mata uang, aktivitas chatting nggak cuma bawa dampak positif tapi juga sekaligus negatif. Apalagi kalau judulnya udah kecanduan alias betah banget berjam-jam di depan komputer untuk berchatting ria. Akhirnya hal ini seperti menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Kita berakrab dengan mereka dari dunia maya, tapi kita banyak melupakan yang harus kita sayang di dunia nyata.

Kewajiban kita yang lebih penting buat dilakukan pun, akhirnya banyak terbengkalai. Padahal kalau aktivitas itu udah selesai pun, kita nggak dapat apa-apa, kecuali hanya kesenangan yang sesaat aja. Udah!

Dan kerugian yang paling besar dari semua itu adalah waktu kita hilang dengan percuma. Itu semua pun nggak mungkin bisa balik lagi ke kita. Padahal waktu hidup kita juga adalah hal yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah di akhirat kelak. Allah Ta’ala berfirman di dalam AlQuran, (yang artinya), “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)

Kawan kesenangan itu tetap harus ada batasnya, dan tetap kudu ada aturannya. Atau jika kita nggak mau atau nggak bisa ngontrol semua kesenangan kita, maka hal itu akan justru akan membawa dampak buruk bagi diri kita sendiri. Kita yang rugi sendiri, dan kita juga yang akan menyesal sendiri.   

Semua yang awalnya baik, jika udah overload pasti akan membawa dampak sebaliknya. Karena itu, kita kudu belajar tegas sama diri sendiri, untuk nggak masuk ke dalam area “kecanduan” dalam hal apapun.

Kawan, kita yang udah gedhe ini, mau nggak mau memang kudu belajar untuk membuat prioritas dan belajar juga punya tanggung jawab atas sesuatu. Udah nggak waktunya lagi kita sekedar senang- senang, buang- buang waktu dan atau nggak perduli hidup kita ini, kita habiskan buat apa.

So, kalau kamu termasuk yang udah kecanduan chatting, pikir-pikir lagi deh efek samping dan nilai positif atau negatifnya, biar kita nggak seperti ngerusak diri sendiri dengan sesuatu yang sebenarnya kurang berguna juga buat kita. Setuju?

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE