Jodoh, Menunggu atau Diburu? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Jodoh, Menunggu atau Diburu?

Dari Abu ‘Abdir-Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), Beliau bersabda, Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya.......... (HR. Bukhari dan Muslim).

Penggalan hadist diatas menggambarkan bahwa sebelum kita lahir, Allah telah menuliskan beberapa hal tentang diri kita seperti tentang rizki, ajal, amal, serta celaka atau bahagia kita. Dan persoalan tentang jodoh juga adalah termasuk Rizki kita. Semua itu telah tertulis didalam Lauh Mahfudz.

Terkait dengan hal ini, Allah Ta’ala berfirman di dalam Alquran, yang artinya :“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS. Al An’am:59).

Kita sebagai manusia tidak diperintahkan untuk memikirkan tentang takdir siapa jodoh kita, tapi hanya diperintahkan untuk berusaha “menjemput” jodoh kita, tentunya dengan usaha serta cara yang benar serta niat yang bersih hanya karena Allah, supaya kita beroleh pahala.

Hijabers, selama kita mau tetap menjaga kehormatan dan selalu berupaya memperbaiki diri, dan iman, serta mendasarkan niat mencari jodoh hanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah dan bukan karena nafsu dan syahwat saja, Insha Allah kitapun akan mendapatkan jodoh yang sepadan dan sesuai dengan yang kita harapkan. Karena sudah menjadi ketetapan Allah bahwa wanita baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan begitu pula sebaliknya.

Dan apabila ada dari kita yang mungkin terlambat mendapatkan jodoh, maka percayalah bahwa semua adalah sudah menjadi suratan dari Allah. Soal kelalaian, kekeliruan ataupun kesalahan yang kita buat, itu semua hanya jalannya saja yang membuat kita akhirnya harus menempuh semua itu. Jika hal tersebut kita lakukan dengan sengaja, maka kita memiliki kewajiban untuk bertaubat dengan tulus kepada Allah. Dan semoga dengan taubat itu, kelak jalan kehidupan kita untuk mendapatkan jodoh akan menajdi lebih terang dan mudah. Insha Allah.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top