Jodoh Atau Ajal ? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Jodoh Atau Ajal ?

214 kali dilihat

Setiap yang sudah pas umurnya, pasti pada mikir tentang jodoh. Manusiawi banget lah, secara memang kita diciptakan oleh Allah berpasang-pasangan, seperti dalam firman Allah Ta’ala, (yang artinya), Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 59)

Dari ayat diatas kita bisa tahu kalau jodoh sudah pasti akan datang ke kita, kawan. Cuma soal kapannya, memang hanya Allah yang tahu. Karena itu nggak usah terlalu dipikir dalam-dalam, apalagi sampai membuat produktif kita jadi berkurang, dan waktu kita terbuang percuma gitu aja. Karena waktu nggak akan balik lagi ke kita, sedang angan-angan kita tentang jodoh juga belum lagi terpenuhi. Rugi bandar dua kali kan?

Sayangi diri kita dengan banyak-banyak mengisi waktu kita dengan kegiatan yang dimasa depan bisa memulyakan diri kita. Dan lebih dari itu, pikirkan saja dalam-dalam apakah kita sudah dalam ridho Allah Ta’ala. Karena kita nggak tahu siapa yang dimasa depan itu bakal melamar kita dahulu, “Jodoh kita atau ajal kita”.

Karena jadwal mati nggak kita ketahui. Seperti halnya kita juga nggak ngerti siapa jodoh kita nanti. Tapi keduanya pasti akan kita temui dan menemui kita. Semua yang tahu hanya Allah. Karena itu, lebih baik kita merapat banyak-banyak ke Allah saja. Dengan begitu kita nggak hanya akan sekedar berangan-angan, berandai-andai, berharap-harap, dan galau akan kedatangan jodoh kita.

Kita sebagai muslimah pastinya tahu kalau hidup kita nggak bisa suka-suka selera kita saja. Tapi nantinya akan ada tanggung jawab yang harus kita berikan kepada Allah. Dan hal ini adalah yang lebih pas buat dipikir dari pada suatu hal yang sudah pasti akan datang, yang salah satunya adalah jodoh tadi.

Maka lebih baiknya kita terus memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Bila nanti jodoh kita memang jadi datang, kita pun akan jadi pasangan yang lebih baik. Dan kalau ternyata ajal kita yang lebih dahulu “melamar” kita, maka kitapun nggak akan ada rasa menyesal, karena kita sudah mempersiapkan kehidupan akhirat kita dengan lebih baik.

Kawan, menikah bagi kita adalah bentuk ibadah. Karena itu nggak pas banget kalau dengan melakukan suatu ibadah, lalu kita menyepelekan ibadah yang lain juga, yaitu persiapan kehidupan di akhirat kita kelak, yang diawali dengan sebuah kematian.

Kawan, ketakwaan dan kedekatan kita kepada Allah adalah yang paling utama dibandingkan dengan urusan apapun yang bisa kita lakukan di dunia ini. Karena jalur hidup kita akhirnya pasti kesana. Semua dari kita pasti mati. Entah kita mau atau nggak, siap atau nggak, kita pasti bakal menemui atau bertemu dengan kematian itu. Jadi ayo kita belajar buat nggak salah fokus apalagi buang-buang waktu hidup kita dengan galau melulu karena sibuk saja memikirkan jodoh kita yang belum datang. 

 

(NayMa)

 

 



RELATED ARTICLE