Janji Ketaatan Kita Kepada Sang Pencipta | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Janji Ketaatan Kita Kepada Sang Pencipta

355 kali dilihat

Hijabers, akan datang suatu hari dimana kita dimintakan pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan dan akan ditanyakan pula tentang janji yang telah kita sepakati dengan Allah dahulu.

Kita sebagai manusia telah diajarkan oleh Allah untuk bertanggung jawab, bahkan sebelum kita menginjak tanah di bumi ini. Allah sendiri lah yang berbicara langsung dengan Bani Adam dan mengambil kesaksian atas makhluk ciptaan-Nya ini, sebagaimana telah tertulis didalam Al-Quran, (yang artinya)

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” QS. Al-A’raf : 172

Dunia ini bukanlah tempat untuk coba-coba hal jahat dan atau maksiat. Karena hakekatnya hidup bukan tentang pilihan. Bagi kita, tidak ada pilihan untuk menjadi orang yang sesat, tak ada pilihan menjadi orang sombong, tidak ada pilihan menjadi orang yang rusak dan lain sebagainya. Yang ada, dan satu-satunya  pilihan adalah bersikap selayaknya apa yang Allah mau. Karena memang itulah konsekuensinya, karena kita hanya seorang hamba. Dan sudah selayaknya seorang hamba patuh dan taat kepada penciptanya. 

Hijabers, kita hidup di era modern seperti sekarang. Memang banyak pilihan- pilihan sikap dan perilaku. Apalagi ditunjang dengan adanya kemajuan teknologi yang setiap hari selalu saja ada yang baru. Kita mau berbuat jahat, menjadi rusak, bahkan menjadi orang yang sangat merugi sekalipun, bisa saja terwujud dalam hitungan detik. Contoh merusak otak kita dengan rajin melihat video porno, menghabiskan waktu berharga kita untuk bermain game seharian, atau membully orang lain di akun medsos mereka dengan kata- kata yang kotor pun bisa kita lakukan. Sebaliknya, surga pun bisa kita raih dengan lebih mudah. Contohnya, kita bisa belajar banyak pengetahuan tentang Islam, kita bisa mengkaji alquran sedalam- dalamnya pada banyak ustadz atau ustadzah tanpa harus pergi jauh- jauh, atau mengkoordinir kegiatan sosial guna membantu kepentingan orang banyak. Semua itu bisa terwujud hanya dalam sekali klik di internet kita.

Namun kita telah terikat janji dengan Allah untuk selalu menjadi hambanya yang taat dan patuh kepadaNya. Tidak ada celah bagi kita untuk berbuat sesuka kita dan atau mengkhianati kepercayaan yang telah Allah berikan kepada kita, dengan berbuat jahat dan dosa, atau berlaku sesuka hati kita.  

Mungkin ada dari kita yang berkata “hidup jangan dibawa terlalu serius”. Kawan, Allah tidak menciptakan kita untuk main- main saja. Dan memang kita hidup ini punya satu tujuan yaitu serius beribadah dan mengabdi hanya kepada Allah saja. Allah sendiri telah berfirman di dalam Alquran, (yang artinya),

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” QS. Al-Mu’minun : 115

Semoga Allah selalu menggolongkan kita sebagai orang- orang mendapat rahmat, dilembutkan hati kita, dan kita juga mendapat pertolonganNya di hari pertanggungjawaban nanti. Semoga kita selalu dilindungi dari kejahatan dan kelemahan diri kita sendiri, dan semoga Allah juga selalu menuntun kita dan memudahkan kita untuk selalu berada dijalan kebaikan walau bagaimanapun beratnya. Aamiin.



RELATED ARTICLE