DiaryHijaber
Jangan Tunda Membayar Hutang Puasamu | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Jangan Tunda Membayar Hutang Puasamu

Di bulan Ramadhan yang telah berlalu kemarin, banyak dari kita yang mungkin tidak bisa dengan penuh menyelesaikan puasa. Hal ini biasanya berkaitan dengan beberapa sebab seperti hamil, sakit ataupun mendapatkan siklus haid yang rutin datang setiap bulannya.

Dan setelah Ramadhan pergi, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk membayar utang puasa atau meng-qadha-nya, sebelum melakukan puasa sunnah lainnya seperti puasa 6 hari di bulan syawal, dan sebagainya.

Allah Subhanahu Wata’alaberfirman, (Yang artinya)

“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau berpergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari yang lain.” (Q.S. Al Baqarah: 185).

Hijabers, kewajiban membayar utang puasa (qadha’) ini hanya berlaku bagi mereka yang masih memiliki kemampuan dan kesempatan untuk melaksanakan qadha’nya. Dan bila kita ada salah satu dari kita yang ternyata tidak mampu membayarnya juga, karena mungkin dengan melakukan puasa tersebut justru akan mengkhawatirkan atau membahayakan diri kita, maka kita harus memberi makan orang miskin sebanyak hari yang kita tinggalkan sebanyak setengah sha’ (sekitar 1,5 kg) makanan pokok. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala yang artinya,

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberimakan seorang miskin.” (Qs. Al-Baqarah: 184).

Ketentuan yang sama juga berlaku bagi wanita yang meninggal karena sakit, sementara dia masih memiliki tanggungan puasa Ramadhan. Maka keluarganya hanya diwajibkan untuk mengeluarkan fidyah sebanyak hari yang ditinggalkan oleh wanita tersebut.

Hijabers, jangan sampai kita sengaja mengulur-ulur waktu untuk mengqadha utang puasa kita hingga datang Ramadhan berikutnya. Karena hal ini tentu saja akan mendatangkan kemurkaan Allah kepada kita, karena menunda untuk mengganti puasa tanpa ada udzur syar’i adalah suatu maksiat. Selanjutnya, taubat kepada Allah pun harus menjadi sebuah kewajiban bagi kita, agar Allah ta’ala kembali ridho kepada kita. Allah berfirman (yang artinya),

“Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu…” (Qs. Ali ‘Imran: 133).

Ayo Hijabers, kita semangat membayar hutang puasa kita kemarin jika ada, atau segera memenuhi fidyah kalau kita tidak mampu mengqadhanya. Mumpung umur masih ada, dan kesempatan juga masih terbentang untuk kita. Dan tak lupa kita memohon, semoga Allah menurunkan Rahmat dan taufiq kepada kita untuk senantiasa mempermudah jalan kita melaksanakan semua hal tersebut. Aamiin.




 

Writer : Ratna P Sari

Editor : BL



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top