DiaryHijaber
Jangan Rewel Jadi Jomblo! | DiaryHijaber.com

Writer : Someone Editor : Someone

Jangan Rewel Jadi Jomblo!

Buat para jomblo, terutama yang hidup di usia yang harusnya nggak jomblo lagi, katanya hidup mereka itu kurang lengkap banget. Mereka nggak bisa berbagi suka duka dengan pasangan, nggak bisa ngelakuin banyak hal bareng dengan pasangan, dan lain sebagainya.

 

Banyak yang masih mencoba bertahan dengan tetap menjadi orang baik, tapi banyak juga yang mengeluh dan protes sama Allah. Mereka marah, seakan nggak terima dengan takdir dan waktu yang pas yang Allah berikan, dan atau malah memaki Allah seakan Allah itu nggak adil, dan lain- lain, dan sebagainya. Akhirnya mereka memilih jalur hidup ala mereka, yang menurut mereka bisa buat mereka senang dan bisa ngelupain masalah tentang jadi jomblo yang rada kadaluarsa ini. Walaupun hal itu berarti harus dengan melanggar aturan Allah.

 

Padahal kalau dipikir-pikir lagi kawan, semua sikap itu nggak akan pernah menyelesaikan sebenarnya. Yang ada masalah malah semakin berat dan pikiran akan semain kacau. Kalau sudah begitu, yang rugi juga diri kita sendiri kan?

 

Karena itu memang nggak ada pilihan lain bagi kita kecuali memang tetap harus berpikir positif, bahwa Allah adalah sebaik- baik pengatur kehidupan. Selain itu kita juga harus banyak- banyak introspeksi diri tentang kekurangan kita. Pastilah ada sikap yang menyebabkan semua ini terjadi di kita. Mungkin kita yang kurang usaha dalam nyari jodoh, atau malah sebaliknya banyak yang datang ke kita namun kita dulu terlalu rewel sehingga waktu kita justru habis dengan kerewelan kita, dan akhirnya sampai hari ini kitapun masih gini- gini aja.    

 

Kawan, InshaAllah kita nggak akan selamanya jadi jomblo. Dalam sebuah hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, disebutkan bahwa di saat manusia masih berada dalam perut ibunya, “Kemudian diperintahkan malaikat untuk menuliskan rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, kebahagiaan atau kesengsaraannya…”

 

Jodoh adalah termasuk rezeki seseorang. Dan itu sudah ditentukan oleh Allah dari kita belum diciptakan, dan sudah ditulis di Lauh Mahfuzh. Jadi kita tidak diperintahkan buat mikir di area takdir itu, tapi hanya diperintahkan buat selalu berusaha. “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d:11].

 

Sekali lagi, Jodoh tetap Allah yang akan menentukan, kawan. Kita memang tidak berhak mengurusnya, tapi kita hanya diperintahkan buat selalu berusaha. Salah satunya adalah jangan terlalu rewel dengan berbagai tuntutan bahwa jodoh kita musti begini dan begitu. Yang ada kita akan malah semakin dijauhi oleh orang- orang yang berniat baik ingin menikah dengan kita.

 

Hidup dalam pernikahan dan rumah tangga itu intinya ikhlas, sabar dan saling pengertian karena Allah. Karena manusia nggak ada yang sempurna. Dan memang bukan dunia tempatnya bila kita ingin semua serba sempurna. Rumah tangga adalah ladang pahala, yang berarti ujian sabar, dan keikhlasan pasti bakal ada dan dibutuhkan banget disana. Nah kalau kita saja sebelum memasuki dunia itu sudah sangat rewel dengan berbagai kriteria dan tuntutan yang menyulitkan diri kita sendiri sebenarnya, gimana nanti akhirnya kalau kita benar- benar akan memasuki dunia pernikahan. Yang ada kita malah akan menjahati pasangan kita.

 

Karena itu kawan, mari banyak- banyak kita introspeksi diri dan memohon kepada Allah semoga Allah senantiasa membukakan pintu kebaikan dan kesadaran bagi kita untuk bisa lapang dada menerima apapun takdir kita, dan menjadikan kita manusia yang jauh dari sifat keras kepala, dan serba rewel. Karena sifat- sifat itu, nggak lain hanya akan membawa kerepotan pada diri kita sendiri, dan akan menambah suasana ribet dalam kehidupan perjodohan kita. Dan satu lagi, semoga Allah memantabkan iman kita, agar kita bisa menikah hanya karena Allah kelak, agar hati kita juga bisa dengan lapang dada menerima apapun keadaan jodoh kita kelak, dan kita bisa belajar banyak- banyak bersyukur dengan kelebihan yang diberikan kepadanya, dan nggak cuma fokus pada kekurangannya saja sebagai manusia. Aamiin.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top