Jangan Menyepelekan Dosa Kecil | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Jangan Menyepelekan Dosa Kecil

377 kali dilihat

(DiaryHijaber.com) - Sedikit demi sedikit lama- lama akan menjadi bukit. Itulah perumpamaan tentang hal yang kecil namun terus menerus kita lakukan, maka suatu waktu akan menjadi sebesar gunung. Tak terkecuali dalam hal dosa- dosa kita. Walaupun hanya dosa kecil, namun jika kita “telaten” melakukannya, lama- lama juga akan merugikan kita nantinya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (yang artinya), Tidak ada dosa besar jika dihapus dengan istighfar (meminta ampun pada Allah) dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus” (Hr. Al Baihaqi)

Hijabers diakui atau tidak, kadang kita sering sekali menyepelekan masalah dosa kecil ini. Padahal walaupun kecil sekalipun, namun dosa tetaplah menjadi dosa yang akan memberatkan timbangan keburukan bagi kita kelak di akherat. Dan walaupun dosa kecil sekalipun, namun sudah berarti kita mendurhakai Allah tuhan kita. Bilal bin Sa’ad rahimahullah mengatakan, “Janganlah engkau melihat kecilnya suatu dosa, namun hendaklah engkau melihat siapa yang engkau durhakai.”

Karena itulah, dahulu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat, selalu berhati- hati dalam setiap langkah dihidup mereka. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan, “Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.”

Manusia memang tidak pernah lepas dari dosa, namun bukan berarti manusia bisa menyepelekan dosa, atau menganggap remeh semua itu hanya dengan alasan ketidak sempurnaan. Dan kita sebagai seorang mukmin, yang meniatkan hidup kita untuk beribadah dan takwa kepada Allah Ta’ala, harus banyak- banyak melakukan evaluasi diri, agar kita tidak terjebak dalam kebiasaan tersebut. Dan itulah yang akhirnya akan membedakan kita dari mereka yang ingkar. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (yang gemar maksiat), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya.” (Hr. Bukhari)

 

 



RELATED ARTICLE