Jangan Mengambil Sembarang Ilmu dari Ciri Berikut | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Jangan Mengambil Sembarang Ilmu dari Ciri Berikut

422 kali dilihat

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Perhatikanlah dari siapa kamu mengambil ilmu ini, karena sesungguhnya ia adalah agama.” Kalimat mulia ini mengisyaratkan kepada kita agar ketika mencari ilmu kita harus memperhatikan serta berhati-hati dalam memilih guru atau orang yang kita percaya untuk kita mengambil ilmu darinya. Hal ini sangat penting karena jika tidak, maka kita malah akan tersesat dan hancur.

“Manusia akan selalu berada di atas kebaikan, selama ilmu mereka datang dari para sahabat Nabi Muhammad dan dari orang-orang besar (tua) mereka. Jika ilmu datang dari arah orang-orang kecil (ahli bid’ah) mereka, dan hawa-nafsu mereka bercerai-berai, mereka pasti binasa.” Seperti itulah pesan yang telah disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu.

Namun sekarang ini banyak kita lihat kenyataan dimana banyak orang yang justru mengambil ilmu dari sembarang orang tanpa harus jeli terlebih dahulu mempertimbangkan tentang siapa dan bagaimana keilmuan dari guru tersebut. Padahal Imam Malik rahimahullah telah berpesan,

“Ilmu tidak boleh diambil dari empat orang : (1) Orang bodoh yang nyata kebodohannya, (2) Shahibu hawa` (pengikut hawa nafsu) yang mengajak agar mengikuti hawa nafsunya, (3) Orang yang dikenal dustanya dalam pembicaraan-pembicaraannya dengan manusia, walaupun dia tidak pernah berdusta atas (nama) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , (4) Seorang yang mulia dan shalih yang tidak mengetahui hadits yang dia sampaikan."

Inilah fenomena akhir jaman yang dahulu pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW. Orang banyak mengambil ilmu dari orang-orang yang menyimpang, bahkan dari orang-orang kafir! Padahal tidakah mereka pernah membaca firman Allah berikut ini,

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (Al Baqarah : 217).

 “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Al Baqarah : 109).

Karena itu Hijabers, semoga Allah selalu membimbing kita kepada guru yang benar serta ilmu yang lurusdan bermanfaat. Sesungguhnya Ia Maha Kuasa dan Bijaksana. Al hamdulillahi Rabbil ‘alamin.



RELATED ARTICLE