DiaryHijaber
Jangan Memaki Hujan | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Jangan Memaki Hujan

Saat musim hujan turun, biasanya banyak keluhan dari kita yang juga ikutan “turun”. Contoh aja nih, pas udah mau pergi, udah kadung rapi, lah ternyata hujan! Batal deh tuh acara. Jadilah manyun seharian.  Trus pas kita lagi asik main, ternyata hujan ikut datang “bermain”. Jadi ramai deh, secara semua pada lari berteduh biar nggak basah kan? Lalu keluhan pun datang lagi dan lagi. Soal cucian yang nggak bisa kering pun, hujan akhirnya banyak dijadiin tersangka utama. Dan banyak contoh lagi deh yang lainnya.

Kawan, hujan diturunkan itu nggak iseng-iseng aja loh. Semua kejadian apa saja yang terjadi di bawah langit ini, termasuk hujan berikut intensitasnya, bahkan daun yang jatuh sekalipun itu udah di atur dan di catat dalam Lauhul Mahfuzh (kitab dimana Allah mencatat takdir setiap makhluk) sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan lagit dan bumi.  Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim)

 Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah qalam, lalu Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah!’. Qalam mengatakan,’Apa yang akan aku tulis?’. Allah berfirman, ‘Tulislah berbagai takdir dari segala sesuatu yang akan terjadi hingga hari kiamat!’” (Hr. Daud dan Tirmidzi)

Jadi, jangan gampang marah-marah apalagi hujat menghujat saat hujan udah turun. Bumi ini milik Allah, dan Allah yang paling tahu apa yang terbaik buat dilakukan pada ciptaanNya. Kita mah cuma “kos” doang sementara. Tetap berprasangka baik aja, dan syukuri aja semua yang ditakdirkan Allah buat kita. Karena memang Allah adalah satu-satunya yang nggak mungkin memberikan keadaan yang memburukkan diri kita, termasuk dalam hal menurunkan hujan itu untuk kita.

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE