Inilah Kewajiban Suami dan Istri dalam Rumah Tangga | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Inilah Kewajiban Suami dan Istri dalam Rumah Tangga

847 kali dilihat

Kita sebagai umat Islam, hendaknya mengerti jika sebuah pernikahan itu haruslah dilakukan atas dasar ibadah kepada Allah. Kenapa? Karena agar ketika kita mengarungi rumah tangga kelak, semua akan terasa lebih mudah dan indah. Saat sepasang suami istri tersebut, meletakkan niat mereka hanya kepada Allah, secara otomatis mereka akan melepas ego masing-masing dan menjalankan rumah tangga dengan landasan “apa yang Allah Ridho” dan bukan hanya sekedar “apa yang kamu atau aku senangi”. Jadilah, tidak akan ada salah satu pihak yang merasa harus mengalah ataupun dikalahkan. Semua bertanggung jawab kepada Allah, dan bukan hanya sekedar kepada pasangannya saja.

Ketika semua hal dilandaskan juga karena Allah, maka mereka akan lebih gampang untuk sadar tentang  tugas masing- masing sebagai pasangan suami istri. Tidak perlu saling menjelaskan terlalu banyak atau menegur satu sama lain. Mereka masing- masing akan mengerti, jika tugas mereka terabaikan, pertanggung jawaban yang harus diberikan yang pertama adalah kepada Allah dan bukan kepada pasangan mereka. Dengan begini, Insha Allah rumah tangga akan tetap tentram dan langgeng.

Mereka yang menikah karena Allah juga akan terus menerus menggali ilmu untuk tahu tentang batasan, aturan, serta kewajiban suami dan istri dalam rumah tangga. Hal ini dilakukan, karena taat kepada Allah, sekaligus untuk selalu menjaga keutuhan rumah tangga.

Karena itulah, kali kita akan sama- sama belajar untuk mengulas tentang hak dan kewajiban tersebut, agar kelak ketika kita telah menikah, kita bisa memahamkan diri serta lebih memantabkan niat kita untuk menikah serta menjalankan rumah tangga karena Allah saja.

Kewajiban istri

  1. Taat kepada suaminya

Ketaatan seorang istri pada suami termasuk sebab yang menyebabkannya masuk surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).

Namun ketaatan kepada suami ini tidak bersifat mutlak. Ada pengecualian disana, yaitu ketika suami memerintahkan kepada istrinya tentang hal yang melanggar perintah Allah, maka si istri boleh tidak melakukan perintah tersebut. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan, Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.” (HR. Ahmad).

  1. Tidak keluar rumah kecuali dengan Ijin suami.

Allah Ta’ala berfirman, Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu(QS. Al Ahzab: 33).

Seorang istri tidak diperbolehkan keluar dari rumahnya kecuali atas izin suaminya. Hal ini berlaku walaupun untuk mengunjungi kedua orangtuanya ataupun untuk menunaikan shalat di masjid. Bila si istri melanggar, berarti ia telah berbuat nusyuz atau membangkang serta bermaksiat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

  1. Tidak mengijinkan orang lain masuk ke rumahnya kecuali dengan ijin suami

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Tidak halal bagi seorang isteri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya. Dan ia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk rumah suami tanpa ijin darinya. Dan jika ia menafkahkan sesuatu tanpa ada perintah dari suami, maka suami mendapat setengah pahalanya” (HR.  Bukhari dan Muslim)

  1. Tidak berpuasa sunnah ketika ada suami, atau kecuali atas ijin suami

Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE