Inilah Cara Mengenali Siapa Sahabat Sejati Kamu | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Inilah Cara Mengenali Siapa Sahabat Sejati Kamu

220 kali dilihat

Semua orang pasti butuh orang lain dalam banyak hal di hidup mereka. Karena itu, udah lazim banget kalau manusia punya sahabat atau orang dekat yang mereka kasihi. Kepada sahabat itu, manusia bisa mempercayakan banyak hal yang nggak di “buka” ke manusia lain. Selain itu, mereka  juga memberi keistimewaan perlakukan kepadanya, dari pada yang lain.

Tapi kawan,  apa kamu pernah bertanya, apa iya sih orang yang kita kira sahabat kita itu, juga akan menganggap kita sahabatnya juga serta dengan tulus menerima kita sebagai sahabatnya?

Dahulu, seseorang pernah bertanya kepada Ali Bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, “Ya Ali, kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali, berapakah sahabatmu itu?. Ali pun menjawab, “Nanti akan aku hitung setelah aku terkena musibah”.

Ya, cara yang diyakini oleh Ali tersebut terbukti ampuh membuktikan ke kita, siapa sahabat yang sebenarnya, dan atau yang KW alias palsu. Mereka yang tetap ada saat kita susah, banyak cobaan, dan di titik nadir, memberi hiburan atau malah pertolongan ke kita, itulah sebenarnya sahabat yang sebenarnya. Dan yang KW alias yang cuma sekedar ngaku-ngaku sebagai sahabat adalah mereka yang buru-buru pamit, ngacir ataupun bahasanya pas kita udah nggak beri keuntungan dalam hidup mereka, maka merekapun bye-bye.

Memang manusiawinya manusia, punya banyak kepentingan sendiri buat diselesaikan. Tapi jika manusia itu benar-benar menganggap seseorang sebagai sahabat, kepentingan apapun, prioritas apapun dan naik turunnya kehidupan kaya’ apapun, dia nggak akan dengan gampang pindah haluan, apalagi sampai melupakan sahabatnya. Bahkan sampai akhiratpun, mereka tetap ingat dengan yang namanya sahabatnya itu. Mereka yang beriman dan menjadi sahabat setia, maka akan menjadi syafaat kelak dihari kiamat.

Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, dalam hadis yang panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,(yang artinya),

“Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat. Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji.

Allah menjawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.”Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka. Para mukminin inipun mengeluarkan banyak saudaranya yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”. Allah berfirman, ”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.” Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, ”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dientas…” (HR. Muslim).

Sehubungan dengan hadist ini, Imam Ibnul Jauzi menasehatkan kepada teman-temannya, ”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Tuhan kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau.”

Karena itu kawan, mari kita murnikan persahabatan kita hanya karena Allah. Karena hanya dengan itu, kita akan menjadi sahabat karib bagi yang lain, yang tetap mau menolong sahabat kita yang sedang susah. Dan semua bisa dengan tulus kita lakukan karena mengharap ridho Allah Ta’ala saja. Beda dengan mereka yang hanya mau bersahabat cuma untuk kepentingan dunia, yang ketika dunianya sudah habis atau berkurang, maka berkurang pulalah “kesetiaan” kita pada sahabat kita.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE