Ini Nikmat Atau Musibah, Sih? | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Ini Nikmat Atau Musibah, Sih?

214 kali dilihat

Kita hidup pasti pengennya yang senang-senang aja, enak-enak aja, lurus-lurus aja. Kalau perlu nggak pakai acara sedih, galau, jatuh, apalagi sampai terpuruk. Memang begitulah sifat manusiawi kita sebagai manusia. Cuma masalahnya kita ini lagi di dunia, bukan disurga yang punya kenikmatan abadi alias selama-lamanya.

Jadi judulnya kalau kita masih di dunia ya sampai kapanpun kita bakal tetap di uji dan ketemu dengan berbagai cobaan. Entah itu masalah kecil atau masalah besar. Setiap hari, setiap detik dan jam bakal berkutat untuk menyelesaikan cobaan dalam hidup kita.

Eh tapi tahukah kita kalau ternyata masalah, cobaan atau apapun namanya itu, nggak selalunya dalam hal yang membawa sedih. Seringkali juga cobaan dan musibah itu adalah justru hal yang dalam penglihatan kita menyenangkan. Contoh saja, kita yang hidup berlimpah ruah dengan harta, walaupun kita tahu jalan yang kita lakukan buat mendapatkan semua harta itu sebenarnya nggak benar.

Sehubungan dengan hal ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, (yang artinya), “Apabila engkau melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah, “Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44) (HR. Ahmad, dan Thabrani)

Istidraj justru adalah hukuman dari Allah yang sangat mengerikan. Gimana nggak, mereka yang dihukum nggak merasa sedang terhukum, melainkan malah senang-senang saja. Semua karena mereka menganggap hal yang mereka dapatkan itu adalah nikmat banget. Padahal sebenarnya adalah hukuman yang tinggal menunggu waktu.  Mereka jadi akan sibuk, lebih sibuk dan makin jauh dari Allah. Hal itu selanjutnya akan menambah dosa mereka, lagi dan lagi. Dan begitu waktu hukuman Allah itu datang atas mereka, entah hal itu lewat berbagai acara atau kejadian seperti kebakaran, penipuan, kebangkrutan, atau apapun juga. Mereka akan sangat terkejut, nggak menyangka, sampai nggak bisa berkata- apa-apa lagi, karena semua terjadi begitu tiba-tiba. Semua skenario hidup seperti itu sesungguhnya sangat mudah sekali bagi Allah.

Allah berfirman, (yang artinya)“Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-Qalam: 44)

Ya Allah, semoga kita dilindungi Allah dari kenyataan hidup yang seperti itu. Karena yang begitu pastinya mengerikan dan menakutkan banget bagi siapapun yang mengalaminya. Jadi apapun rejeki ataupun kenikmatan yang kita terima sekarang, pastikan semua itu nggak membuat kita lebih mengutamakan semua itu dari pada Allah, Robb kita yang menguasai segalanya. Agar kita nggak berakhir dengan tertipu seperti mereka yang mengira bahwa hidup mereka penuh nikmat tapi ternyata malah musibah, tapi mereka sama sekali nggak menyadarinya.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE