Ikhlas Ternyata Membebaskan Diri dari Kekhawatiran | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Ikhlas Ternyata Membebaskan Diri dari Kekhawatiran

Di dunia ini, pasti tidak akan ada satu orangpun yang siap dan lalu ikhlas menerima musibah. Kebanyakan dari kita butuh waktu, proses dan jeda yang agak lama, untuk bisa mengembalikan rasa keadaan hidup itu, menjadi seperti semula.

Memang kadang begitu susahnya untuk bisa menerapkan ikhlas dalam diri kita ini. Namun Allah adalah satu-satunya Robb kita, yang paling mengerti tentang kita.  Karena itu Allah memuliakan orang yang ikhlas terhadap takdir kita, serta juga mengangkat derajat kita sebagai “hadiah” yang membahagiakan untuk diri kita. Allah sangat menyayang hambaNya, dan satu-satunya yang tidak pernah mendholimi hamba-hambaNya.

Hijabers, tahukah kita bahwa Ikhlas sebenarnya juga menjadikan diri kita lebih baik? Hal ini karena kita akan terbiasa ditempa dengan banyak cobaan hidup, sehingga kitapun akan menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa dalam bersikap. Kenyataan seperti ini jelas berbeda dengan mereka yang malah menanggapi sebuah musibah dengan amarah atau dendam, apalagi dengan sikap yang malah menyalahkan Allah Ta’ala.  Selain mereka tidak akan bisa mengambil hikmah dari kejadian yang telah terjadi, merekapun akan malah tambah menyiksa diri mereka sendiri.

Karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa ikhlas itu walaupun susah untuk dilakukan, namun justru adalah cara kita untuk merasa lebih merdeka, lebih lega, lebih ringan dan sangat lebih bahagia.

Selain itu, dengan Ikhlas kita juga akan terlatih untuk tidak terlalu tergantung kepada omongan manusia tentang apapun yang telah terjadi pada diri kita. Seperti contohnya ketika kita ingin bertaubat atas hukuman berupa musibah yang datang bertubi-tubi dalam hidup kita ini. Yang kita fokuskan adalah hanya memohon pengampunan dari Allah, dan bukan memikirkan pembicaraan manusia yang sibuk mengulas masa lalu kita, dan lalu kita ingin menampilkan perbaikan agar bisa dinilai baik oleh mereka. Maka benarlah apa yang telah dikatakan oleh Abul Qosim Al Qusyairi, bahwa Ikhlas adalah membersihkan amalan dari komentar manusia.”

Dengan ikhlas kita menjadikan pendapat manusia itu bukan sebagai prioritas. Karena yang utama adalah bagaimana ridho Allah terhadap diri kita. Dengan begitu, kita akan menjadi manusia yang lebih baik, serta InshaAllah dengan mudah dapat memahami ayat Allah Ta’ala berikut ini, Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5).

Hijabers, perlu kita ingat juga bahwa sifat ikhlas terhadap musibah yang terjadi pada dasarnya tidak hanya sekedar sarana untuk memperoleh kebaikan dan kemuliaan yang lebih di masa depan kita nanti. Dengan ikhlas, kita hidup kitapun akan nampak lebih tenang, damai, serta menyejukkan.  Dan bukankah seperti itulah keadaan yang selama ini kita cari?

Karena itu berbahagialah dan banyak-banyak bersyukurlah bagi siapapun kita yang dilembutkan hatinya oleh Allah dan dimudahkan untuk ikhlas menghadapi apapun yang datang dalam kehidupan ini. Banyak-banyaklah bersyukur karena hal itu adalah sebuah karunia yang besar yang tidak hanya akan mendamaikan namun juga menyelamatkan. Bagaimana tidak, ketika banyak orang yang justru putus asa, gila, bahkan sampai nekat mengakhiri hidupnya karena tak kuat menanggung beratnya cobaan hidup mereka, namun Allah memberikan kelegaan kepada diri kita untuk bisa ikhlas dengan takdir kita. Sungguh Maha besar Allah, Maha penyayang Dia dengan segala karunianya untuk kita.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top