DiaryHijaber
Hukum Wanita yang Berpakaian Ketat | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Hukum Wanita yang Berpakaian Ketat

Wanita dan pakaian adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Kodrat wanita suka memakai perhiasan termasuk pakaian yang indah, dan pilihan pakaian juga merupakan gambaran kehormatan mereka. Walaupun ada banyak orang yang mengklaim jika pilihan pakaian seseorang tidak lantas menentukan kepribadiannya, namun yang pasti wanita yang beriman dan terhormat tidak akan berpakaian layaknya memamerkan apa yang wanita lain pun mempunyainya.

Hal ini karena mereka tahu bagaimana menjaga harga diri mereka sendiri, agar tidak sekedar menjadi bahan icip-icip sembarang mata diluaran. Mereka juga dengan jelas tahu bahwa menutup aurat dengan pakaian mereka adalah sebuah kewajiban yang wajib dilakukan oleh mereka, dan perintah ini datang langsung dari Tuhan semesta alam, Allah Subhanahu Wata’ala.

Dalam hal berpakaian merekapun juga tidak akan sembarangan. Bagi mereka tujuan hidup adalah beribadah, dan dalam beribadah tersebut mereka harus taat dan patuh kepada aturan Allah. Pun demikian dalam hal berpakaian. Mereka memang punya selera sendiri sebagai manusiawinya seorang wanita, namun aturan Allah mereka tempatkan diatas semua itu. 

Pakaian yang mereka pakai tidak membentuk dan menggambarkan tubuh mereka yang indah, melainkan yang longgar dan tidak menarik perhatian. Hal ini seperti yang telah dikatakan Usamah bin Zaid, dimana Rasulullah SAW pernah menjelaskan, 

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah memakaikanku baju Quthbiyyah yang tebal. Baju tersebut dulu dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau. Lalu aku memakaikan baju itu kepada istriku. Suatu kala Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menanyakanku: ‘Kenapa baju Quthbiyyah-nya tidak engkau pakai?’. Kujawab, ‘Baju tersebut kupakaikan pada istriku wahai Rasulullah’. Beliau berkata, ‘Suruh ia memakai baju rangkap di dalamnya karena aku khawatir Quthbiyyah itu menggambarkan bentuk tulangnya." (HR. Ahmad).

Syaikh Al Albani rahimahullah pernah mengatakan, “Tujuan pakaian muslimah adalah agar tidak menggoda. Tujuan ini bisa tercapai hanya dengan wanita berbusana longgar. Adapun berbusana ketat walau itu menutupi warna kulit, namun masih menampakkan bentuk lekuk tubuh seluruhnya atau sebagiannya. Sehingga hal ini pun menggoda pandangan para pria. Dan sangat jelas hal ini menimbulkan kerusakan, tanpa diragukan lagi. Sehingga pakaian muslimah haruslah longgar (tidak ketat).”

Dan Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhohullah juga pernah ditanya mengenai hukum memakai pakaian ketat yang menampakkan bentuk lekuk tubuh, maka jawab beliau, “Tidak boleh wanita mengenakan pakaian ketat yang menampakkan bentuk lekuk tubuh kecuali di depan suami barulah dibolehkan. Suami boleh melihat pada seluruh tubuh istrinya. Begitu pula tidak boleh memakai kaos kaki yang menampakkan bentuk lekuk betis dan pahanya, bahkan tidak boleh sampai memperindah kaki dengan kaos kaki tersebut."

Hijabers, wanita yang sholihah adalah mereka yang melandaskan seluruh hidupnya hanya untuk taat dan beribadah kepada Allah Ta’ala. Demikian pula dalam hal penampilan serta pilihan pakaian mereka. Walaupun sebagai manusia biasa manusiawinya mereka memang memiliki selera tersendiri, namun mereka tahu dimana dan kapan mereka bisa melakukan semua itu. Intinya, hal yang paling penting baginya adalah mereka tetap dalam keridhoan tuhannya. Mereka juga sangat menjaga diri agar tidak menghinakan diri mereka sendiri dihadapan manusia, apalagi sampai menjadi bagian dari penghuni neraka, seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW berikut ini. 

Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” (HR.Muslim).

Semoga kita termasuk para wanita yang tidak mengedepankan kemauan kita sendiri dalam berpakaian. Dan semoga hati kita dilembutkan untuk senantiasa patuh pada aturan Allah, demi terjaganya kehormatan kita. Amiiiin.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top