Hobi dan Kewajiban, Mana yang Harus Dipilih? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Hobi dan Kewajiban, Mana yang Harus Dipilih?

Setiap orang pasti memiliki hobi tersendiri. Hal ini dilakukan kadang untuk sekedar mengisi waktu luang, atau dalam rangka membahagiakan diri sendiri. Hobi yang dimilikipun bermacam-macam jenisnya. Dari yang simple dan murah, sampai yang harus melibatkan waktu yang panjang dan dana yang banyak.

Salah satu hobi tersebut adalah game online. Permainan ini banyak digemari khususnya oleh kaum muda. Mereka kadang tidak terlalu mempermasalahkan tentang masalah waktu yang panjang, serta dana yang banyak untuk bisa memainkan permainan ini. Mereka sangat menikmati setiap jenis permainan yang ada.

Namun sayangnya, efek game online ini tidak hanya berdampak positif saja, melainkan juga membawa sisi negatif. Salah satunya tersitanya waktu belajar bagi para penggemar game online yang kebanyakan masih duduk dibangku sekolah ini. Mereka bahkan bisa menghabiskan enam jam lebih untuk sebuah permainan. Selain itu, banyak dari mereka yang rela membolos sekolah hanya demi memuaskan hobinya bermain game online.

Efek paling tragis adalah adanya kematian mendadak mereka yang bermain game online. Kejadian ini bahkan tidak hanya terjadi satu dua kali. Banyak remaja yang telah mengalaminya. Penyebabnya disinyalir karena heart arrythmia, atau gangguan ritme jantung karena pengaruh medan magnet akumulatif monitor komputer.

Hal ini tentu membawa kerugian tidak hanya pada pelakunya saja, melainkan juga kepada para orang tua mereka. Orang tua yang berharap banyak tentang kebaikan serta cerahnya masa depan anak-anak mereka, menjadi kecewa karena masalah yang timbul akibat game online ini.

Hijabers, hobi seharusnya menjadi hiburan dan atau membawa manfaat banyak buat kita. Dan bukan malah sebaliknya. Apalagi sampai membawa kerugian dan membuat kita melupakan kewajiban yang lebih penting dari itu.

Kita memang masih muda, masih kuat dan sehat. Namun bukan berarti waktu hidup kita masih lama. Karena semua hanya Allah yang tahu. Karena itu, selagi kita masih ada kesempatan, sudah menjadi kewajiban kita untuk lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang lebih penting untuk dikerjakan.

Allah Subhanahu Wata’ala telah berfirman kepada kita, (yang artinya) :

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3).

Kawan, waktu akan terus berjalan, dan tidak akan kembali walaupun kita berharap dia bisa diputar lagi. Jangan kira hidup hanya sekedar bersenang-senang tanpa pertanggungan jawab yang begitu berat nanti di akhirat. Semoga kita termasuk orang-orang yang diijinkan untuk menerima hidayah Allah, agar hati kita bisa dengan mudah menerima kebenaran Allah dan memulai hidup yang lebih baik. Amiin...



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top