Hijrah Dalam Penampilan Saja | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Hijrah Dalam Penampilan Saja

412 kali dilihat

Perbaikan diri itu penting buat dilakukan. Alasan logisnya adalah kita yang makin berumur, kudu makin berisi agar lebih bisa tampil mulia. Kalau nggak kita seperti hanya sekedar menghabiskan durasi hidup dan setelah itu kita mati, dan selesai acara. Sia-sia saja kan?

Salah satu perbaikan yang harus kita lakukan adalah dalam hal keimanan kita. Secara makin dewasa kitapun akhirnya harus mengerti tentang tanggung jawab. Salah satunya adalah tanggung jawab buat apa kita diciptakan Allah di dunia ini. dan tujuannya adalah hanya satu, yaitu beribadah kepada Allah Ta’ala. Itu saja.

Kita akhirnya mau untuk banyak belajar, mengkaji, mendengarkan nasehat para ulama dan guru mengaji kita. Dan “kenyanglah” juga ruhani kita yang selama ini lapar karena kebutuhan akan betemu dengan Robb-nya kurang kita penuhi.

Tapi ada fenomena di luaran sana dimana mereka berhijrah atau mulai mengubah kehidupannya secara Islami, tapi hanya sekedar pada penampilannya saja. yang dulu seksi-seksi sekarang jadi leih tertutup. Tapi sayangnya hanya berhenti disana saja. Mereka nggak lalu mentotalkan diri dengan juga belajar tentang banyak hal mengenai Islam.

Kawan, memang proses itu artinya nggak bisa langsung instan, kita menghendaki jadi lalu jadilah. Nggak bisa begitu. Tapi proses juga berarti kita ada acara memulai, dan bukan malah berhenti sampai disana saja. Memang mungkin susah bagi kita dengan kehidupan yang dulu, lalu berubah secara drastis menjadi yang sebaliknya.

Nggak perlu menyiksa diri. Karena Islam itu bukan siksaan. Tapi pastikan bahwa hijrah kita memang bukan sekedar gaya-gayaan atau hanya demi pujian saja. Karena malu kan, secara Allah lihat dan dengar loh semua yang kita perbuat bahkan yang hanya tersirat dalam hati saja.

“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati” (Qs. At-Taghaabun : 4)

Dan malaikat juga nggak ada henti-hentinya juga berada disisi kita. “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (Qs. Ar Rad: 11).

Bayangpun apa kita nggak malu kalau hanya sekedar ingin tampil bagus dihadapan manusia, cari pujian manusia, dan lalu berkamuflase seakan-akan kita ini adalah yang benar-benar berhijrah padahal hati kita sibuk berbohong?

Jangan rendahkan diri kita kawan dengan jadi munafik yang hanya sekedar “menggetarkan “ orang lewat tampilan luar kita saja. ahkan yang begini sudah ada dari jaman dulu, dan diabadikan didalam Al Quran. Allah ta’ala berfirman, (yang artinya), “Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS. Al-Munaafiquun: 4)

‘Kayu yang bersandar’, apakah maksudnya? Seperti kita tahu kalau kayu adalah benda yang sangat bermanfaat, tetapi jika kayu tersebut kita sandarkan di sebuah dinding, tanpa disentuh, tanpa diberikan perlakuan apa-apa, maka dia hanya akan menjadi tontonan saja, nggak banyak fungsi dan lalu seiring waktu akan lapuk dan hancur.

Secara penglihatan mata, orang-orang munafik itu tampilan yang begitu mempesona dan lisan yang memukau, sehingga orang lain akan merasa kagum karenanya. Tetapi apa yang mereka ucapkan atau lakukan ternyata bukanlah apa yang sebenarnya. Bahkan, secara ekstrem, Allah mengatakan akan ‘membinasakan’ manusia yang memiliki sifat seperti itu.

Jadi sudah seharusnya, kita berusaha untuk berhijrah atau memperbaiki diri secara keseluruhan. Agar kita juga lebih membuat gampang diri kita agar senantiasa disayang Allah.

 

(NayMa)

 

 



RELATED ARTICLE