DiaryHijaber
Hidup Sederhana dan Banyak Bersedekah | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Hidup Sederhana dan Banyak Bersedekah

Wanita dan belanja, adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini karena memang tabiat wanita yang lebih telaten untuk mengurusi kebutuhan dengan detail, baik kebutuhan dirinya sendiri atau ataupun keluarganya. Ada tipe wanita yang suka belanja karena kebutuhan, tetapi ada juga yang berbelanja karena kesenangan. Dan poin kedua inilah yang akan kita pelajari dan kita kaji bersama kali ini.

Memang tidak salah jika kita sesekali menyenangkan dan menghadiahi diri sendiri. Salah satunya adalah dengan melakukan hobi belanja barang-barang kebutuhan kita. Namun terkadang, saking asiknya berbelanja, ada dari kita yang melakukan pemborosan. Kita membeli barang-barang yang seharusnya tidak perlu, atau kurang penting.

Sekali dua kali mungkin tidak akan terasa efeknya bagi kita, namun jika hal ini dilakukan terus menerus, maka kerugian akan ada pada diri kita sendiri. Uang kita habis untuk sesuatu yang kurang penting, tabungan menipis, tagihan membengkak, dan kitapun harus pontang panting melunasinya.

Maha suci Allah yang telah memerintahkan kita sebagai muslimah, agar menjauhi sifat boros. Hal ini tentu saja akan membawa manfaat bagi kehidupan kita. Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya), “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Allah telah dengan tegas melarang kita menghambur-hamburkan harta yang telah Dia anugerahkan kepada kita, apalagi hanya untuk sekedar bersenang-senang tanpa guna. Terbukti, memang aturan dan batasan yang dibuatNya sangat berguna bagi kehidupan kita. Bisa kita lihat, berapa banyak orang yang hidupnya dahulu kaya ataupun berkecukupan, namun harus jungkir balik 180 derajat menjadi miskin, bahkan banyak berhutang, hanya karena tidak bisa mengendalikan diri dan mengerem nafsu belanjanya, pemenuhan gengsi dan gaya hidupnya yang harus selalu tinggi? Banyak sekali contoh seperti itu diluaran sana Hijabers. Jika sudah begini, bukan hanya dia yang akan rugi, namun keluarga juga akan ikut kacau dan bersedih.

Terbukti, manusia yang selalu memenuhi keinginannya, apalagi sampai berlebih-lebihan dan diluar batas, justru akan merasa lelah dengan keinginan itu sendiri. Karena pada dasarnya, kebutuhan serta keinginan manusia itu tidak ada batasnya. Dan obat dari semua itu adalah hidup sederhana. Justru ketika kita tegas pada diri sendiri untuk belajar bersyukur dengan apa yang ada, hati kita akan gampang untuk merasa puas, serta tidak selalu terganggu dengan banyaknya keinginan dihati dan pikiran kita tersebut.

Dan Rasulullah SAW menganjurkan kita para wanita untuk banyak- banyak membelanjakan harta kita di jalan sedekah. Beliau berseru, “Wahai manusia, bersedekahlah kalian!” Kemudian
beliau menuju ke tempat para wanita dan bersabda, “Wahai para wanita, bersedekahlah kalian semua, karena aku telah melihat banyak penghuni neraka adalah dari golongan kalian.”

Mereka berkata, “Ya Rasulullah, mengapa hal itu bisa terjadi?” Rasulullah SAW. menjawab, “Karena kalian sering melaknat dan mengingkari pemberian suami. Aku tidak pernah melihat golongan yang lemah akal dan agamanya, namun dapat menghilangkan kejernihan akal seorang lelaki yang teguh selain dari kalian, wahai para wanita.” Setelah mendengar anjuran itu, para wanita itu segera melepas anting-anting dan cincin mereka. Para shahabiyah itu bersegera menunaikan anjuran Rasulullah saw. Bersedekah. Kemudian Rasulullah SAW pergi. Sesampai di rumah, datanglah Zainab, istri Abdullah bin Mas’ud. Ia meminta izin untuk bertemu. Salah seorang istri beliau pun berkata, “Wahai Rasulullah, ini ada Zainab.” Kemudian Rasulullah saw. bertanya, “Zainab siapa?” “Zainab istri Abdullah bin Mas’ud,” jawab istri Beliau. Rasulullah saw. berkata, “Izinkan ia masuk.” Setelah masuk, Zainab berkata, “Wahai Nabi Allah, hari ini Engkau telah menyuruh kami untuk bersedekah, dan aku mempunyai perhiasan yang ingin aku sedekahkan, namun Ibnu Mas’ud beranggapan bahwa ia dan anak-anaknya yang lebih berhak menerima sedekahku.” Rasulullah saw. bersabda, “Ibnu Mas’ud benar. Suamimu dan anak-anakmu adalah orang-orang yang paling berhak menerima sedekahmu.” (HR. Tirmidzi).

 Hijabers, jika kita memiliki harta dari hasil kita bekerja dengan tangan kita sendiri, jangan lalu menghitungnya untuk dibelanjakan demi kepentingan kita pribadi. Jika kita dengan rela memberikan harta untuk bersedekah, terutama kepada anggota keluarga kita maka hal tersebut akan menjadi poin positif bagi kita. Dan tidak seperti barang yang dengan boros kita beli tanpa guna, Keutamaan nilai dari sedekah tersebut justru akan kembali kepada diri kita sendiri, yang tidak hanya akan kita dapatkan di dunia, namun juga diakherat nanti. InshaAllah.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top