Hati yang Tertutup oleh Napsu | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Hati yang Tertutup oleh Napsu

Seperti halnya cermin, jika tidak dirawat maka dia akan berdebu, mengerak, dan rusak. Maka seperti itulah hati kita. Jika kosong dari mengingat Allah, banyak melakukan maksiat, serta diumbar dalam area kejahatan, diapun akan mati rasa, mengeras, dan benar-benar mati.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, "Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah itu, kitapun merasa bebas ketika menjadi jahat, merasa tenang menjadi culas, dan malah menyepelekan ketika mendapatkan nasehat. Susah sekali untuk diajak benar dan kembali lurus dijalan Allah, tidak memiliki rasa takut kepada Allah, serta malah seperti tidak merasa khawatir sama sekali terhadap datangnya hari pertanggungjawaban.

Orang yang sholeh kita musuhi, dan kita malah sibuk berteman dengan mereka yang lalai. Aturan Allah kita anggap sepele, tapi kita sangat sungkan ketika melanggar aturan manusia. Mulut tak hentinya mengatakan hal adu domba, ghibah dan fitnah, tangan kita gunakan menyakiti orang lain, kaki kitapun melangkah ke area kesesatan. Waktu habis untuk bersenang-senang dan bermain-main saja, hingga datanglah hari kematian, namun ternyata nyawa susah untuk berpisah dari badan.

Naudzubillah...

Hijabers, sangat menyedihkan sekali memiliki kehidupan namun lupa untuk apa kita hidup. Ibarat melakukan sebuah perjalanan, kita tidak memiliki tujuan pasti karena "mesin utama" kita yaitu hati kita, merasa asing sama sekali dengan penciptanya. Kita hanya hidup sesuka kita, dengan aturan kita, dengan senang-senangnya kita. Dan ketika kita mati, ya sudah semua selesai begitu saja. Kita tidak sempat merasakan kenikmatan iman dan keindahan Islam melainkan hanya sebatas permukaannya saja. Semua itu karena hati sudah terhalang dengan banyaknya dosa. 

Jangan sampai kita tergolong kelompok manusia yang merugi tersebut. Karena itu, mari senantiasa menjaga hati agar tetap bersih dan dekat dengan Allah. Jangan mendahulukan nafsu dan keinginan kita sendiri diatas ridho Allah, atau kebiasaan itu akan membawa kematian bagi hati kita.

Selain itu, tak lupa Mari kita berdoa seperti yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar hati kita terus dijaga Allah dalam kebaikan dan dilembutkan untuk mudah menerima kebenaran ilmu Allah.  “Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik” (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top