Haruskah Bersabar untuk Bahagia? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Haruskah Bersabar untuk Bahagia?

433 kali dilihat

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah pernah menjelaskan bahwa, “Sabar secara bahasa artinya adalah menahan diri. Adapun di dalam istilah syari’at, sabar adalah menahan diri di atas ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan untuk meninggalkan kedurhakaan atau kemaksiatan kepada-Nya.” 

Hijabers, siapapun dari kita pasti setuju bahwa berbuat sabar adalah bukan perkara yang gampang untuk dilakukan. Hal ini karena diperlukan kemuliaan jiwa, kebesaran hati, serta kelapangan dada untuk bisa bersabar. Sedangkan kebanyakan manusia memiliki tabiat yang gampang mengeluh dan berputus asa. Namun apapun bentuk kesabaran itu, pastilah berakhir indah dan menyenangkan. Jikapun tidak di dunia, maka InshaAllah akan terjadi kesenangan dan keberuntungan itu di akhirat.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron: 200).

Hijabers, hidup itu intinya hanya cobaan. Cobaan untuk tahu level sabar dan level iman kita sampai dimana. Toh, semua sudah ditakdirkan sebelum kita lahir, dan Allah tidak akan sekali-kali akan mendholimi kita. Karena itu, penting bagi kita untuk tidak menjadi pribadi yang emosional dan gampang terpancing keadaan. Ketenangan dan kesadaran betul-betul bahwa semua hanya sekedar ujian, akan menjadikan kemuliaan bagi kita dimata Allah. Allah sajalah yang paling tahu tentang hal- hal yang harus terjadi atau tidak terjadi kepada kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menghendaki hamba-Nya mendapatkan kebaikan maka Allah segerakan baginya hukuman di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan untuknya maka Allah akan menahan hukumannya sampai akan disempurnakan balasannya kelak di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi).

Hijabers, dalam hidup kita ini tidak ada lagi yang kita cari selain untuk lebih disayang Allah, dimuliakan hidup kita, dan ditempatkannya kita di surga kelak setelah kita diakhIrat, bukan? Karena itu, walaupun berat, susah, dan sakit, tetaplah bersabar dengan tanpa batas. Jangan khawatir, waktu untuk memanen hasil dari kesabaran waktu itu pasti berbatas, dan atau dengan kata lain keberuntungan atas jerih payah kita itu pasti akan datang, seperti yang di ungkapkan oleh Umar bin Khatthab radhiyallahu’anhu  “Kami berhasil memperoleh penghidupan terbaik kami dengan jalan kesabaran.” (HR. Bukhari).



RELATED ARTICLE