Harta Isteri Apakah Juga Harta Suami? | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Harta Isteri Apakah Juga Harta Suami?

219 kali dilihat

Islam adalah agama yang sangat memuliakan wanita. Wanita diberikan hak serta kewajiban, serta tempat tersendiri yang memang berbeda dengan laki-laki. Allah juga menggembirakan para wanita dengan sebuah perlindungan baik  dalam harta, nyawa dan jiwanya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam pun juga mengistimewakan wanita dan memerintahkan para laki-laki untuk mencurahkan kebaikan kepada mereka serta memperlakukan mereka dalam pergaulan secara baik.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (yang artinya)  “Bertakwalah kalian dalam (memperlakukan) terhadap wanita.” (HR Muslim).

“Hendaklah kalian memperhatikan kaum wanita dengan baik”. (HR Al Bukhari dan Muslim).

Ketika wanita akan menikah, mereka diberikan mahar oleh suaminya. Dan itu menjadi hak harta baginya. Bila ia telah berkeluarga, maka kebutuhannya dan anak-anaknya menjadi tanggung jawab suaminya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, (yang artinya), “Kaum lelaki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (kaum lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An Nisaa’ : 34).

Dan ketika seorang wanita bekerja dari jalan yang diperbolehkan syariat, maka pendapatan yang diperolehnya secara penuh adalah miliknya. Bahkan si suami tidak mempunyai hak sedikit pun dari harta tersebut, kecuali dengan keridhaan dan kerelaannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Quran yang ditujukan untuk para suami, (yang artinya), “Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (An Nisaa : 4).

Jadi wanita mempunyai wewenang sepenuhnya dalam mengelola hartanya. Dan bila hasil dari bekerja seorang wanita malah dipakai sesuka hati si suami, sedang wanita tersebut tidak ridho, maka si suami dianggap telah memakan harta orang lain dengan cara yang tidak sah.

Dan untuk kita ketahui bersama Hijabers, walaupun harta yang kita miliki adalah sepenuhnya milik kita para wanita, namun jika kita memiliki harta yang lebih dari yang dimiliki suami kita alangkah baiknya jika kita membantu suami, dan memberikan bantuan untuk menopang kehidupan keluarga kita dengan jiwa yang ridha. Seperti yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan kepada Zainab, isteri Ibnu Mas’ud.  “Dari Abu Sa’id al Khudri Radhiyallahu anhu:

Zainab, isteri Ibnu Mas’ud datang meminta izin untuk bertemu. Ada yang memberitahu: “Wahai Rasulullah, ini adalah Zainab,” beliau bertanya,”Zainab yang mana?” Maka ada yang menjawab: “(Zainab) isteri Ibnu Mas’ud,” beliau menjawab, ”Baiklah. Izinkanlah dirinya,” maka ia (Zainab) berkata: “Wahai, Nabi Allah. Hari ini engkau memerintahkan untuk bersedekah. Sedangkan aku mempunyai perhiasan dan ingin bersedekah. Namun Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa dirinya dan anaknya lebih berhak menerima sedekahku,” Nabi bersabda,”Ibnu Mas’ud berkata benar. Suami dan anakmu lebih berhak menerima sedekahmu.”

Dengan hati ridho hanya karena Allah, semoga harta yang Allah titipkan kepada kita tersebut akhirnya mendapatkan berkah yang lebih dari Allah, dan kitapun mendapatkan dua pahala, yaitu pahala menjalin tali kekerabatan dan pahala sedekah. Aamiin.



RELATED ARTICLE