DiaryHijaber
Harta Anda, Keberkahan Anda | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Harta Anda, Keberkahan Anda

Orang melihatnya sebagai orang kaya. Hartanya berlimpah, hidupnya serba enak dan mapan. Banyak yang akhirnya iri dan berharap bisa hidup seperti dia. Tapi entah kenapa hidupnya sebenarnya tidak bahagia. Keluarganya selalu cekcok, anak- anaknya kesepian, lalu menjadi  bandel, sulit diatur dan bahkan urakan. Setiap hari yang terdengar di dalam rumah itu hanya masalah, kesedihan, dan tangisan. Tidak ada damai dirumah, yang ada hanya percekcokan dan pertengkaran yang tiada henti.

Hijabers, kurang lebih seperti itulah gambaran sebuah rumah yang rezekinya melimpah ruah namun sayang tiada berkah. Hal ini terjadi salah satunya karena cara mendapatkan rejeki itu yang diraih dengan cara yang salah, atau tidak di ridhoi Allah. Akhirnya, seluruh keluarga yang ikut menikmatinya, akan terkena dampaknya. Tidak akan ada kedamaian, ketenangan dan kehangatan di dalam keluarga, karena rahmat Allah memang tidak akan hadir di tempat yang salah.

Manusia kebanyakan memiliki tabiat selalu ingin kaya dan menumpuk harta. Dan hal itu tidak akan berhenti, hingga manusia tersebut mati.  Bahkan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat. (HR. Bukhari)

Memang, tidak ada yang salah ketika kita bekerja dan berharap menjadi kaya. Namun satu hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu nilai keberkahan dari harta tersebut. Karena sejatinya, bukan banyaknya harta yang akan membahagiakan manusia, namun kedamaian dari keberkahan itulah yang membuat manusia mampu menikmati harta bendanya.  Dan keberkahan itu akan di dapat ketika kita mendapatkan harta tersebut dari jalan yang halal dan di Ridhoi oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Buat apa harta yang banyak, jika tanpa keberkahan dan hanya akan membuat kita sakit fisik dan mental saja? Dan lalu harta kita akan habis untuk membiayai perawatan semua itu? Kalau sudah begini, semua akan terasa sia- sia saja dan percuma semua kerja keras kita, bukan?

Allah berfirman di dalam Al Quran, (yang artinya), “Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, Sebenarnya mereka tidak sadar”. (QS. Al Mukminuun [23]: 55-56).

Ternyata benar, Hijabers, bahwa harta yang banyak tidak selalunya membahagiakan dan mendamaikan diri kita. Bisa saja, malah itu cara Allah untuk membuat kita sibuk dam semakin jauh dariNya. 

Jadi, sebenarnya tidak ada pilihan bagi kita untuk mendapatkan harta kecuali dengan cara yang halal dan di ridhoi Allah. Karena ketika kita mendapatkan yang haram, toh akan malah jadi masalah dan atau penyakit bagi kita di masa depan. Dan Allah yang maha kuasa bisa dalam sekejap saja membalik keadaan kita menjadi seperti itu.  Contoh nyatanya pun, pasti sudah banyak kita lihat yang terjadi di sekitar kita, bukan?

Selain itu, berlaku pulalah keadilan Allah di dunia ini, bahwa siapa yang menanam, maka dia yang akan menuai. Jika kita mendapatkan harta dengan cara yang tidak baik, atau bahkan sampai mengambil hak orang lain, maka suatu hari kerugian itu justru akan kita tuai sendiri. Dan itu adalah sebuah kepastian. Jika pun tidak jatuh di kita, maka anak-anak kita kelak yang akan menanggungnya. Kalau sudah begini, lalu buat apa kita tetap mempertahankan diri untuk mendapatkan harta dengan jalan yang salah?

Sekali lagi sebenarnya tidak ada pilihan bagi kita untuk mendapatkan harta kecuali yang halal, walaupun jumlahnya hanya sedikit dan hanya bisa sekedar menegakkan perut. Namun harta yang bakal menjadi darah kita tersebut, akan lebih berharga karena ada ridho Allah disana, dan ada rahmat Allah yang InshaAllah yang akan turun kepada kita. Karena itu, mari kita mengutamakan dahulu keberkahan atas harta kita, dari pada sekedar menumpuk harta dari jumlah yang banyak saja.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top