DiaryHijaber
Ego, Penghancur Kehidupan Rumah Tangga | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Ego, Penghancur Kehidupan Rumah Tangga

Ketika kita telah memasuki kehidupan rumah tangga, maka pastilah ada masalah yang akan datang kepada kita. Itu sudah menjadi hukum alam, dan pasti tidak bisa kita hindari. Dan salah satu dari masalah itu adalah tentang kerasnya “ego” yang dimiliki si suami ataupun si istri.

Ego itu tampil dalam bentuk rasa tidak mau mengalah, merasa benar sendiri, keengganan minta maaf, dan lain sebagainya. Dan karena hal itu pulalah, akhirnya banyak pasangan yang telah menikah merasa “tidak bahagia” atau merasa “sudah salah memilih pasangan”

Dan di episode selanjutnya, pertengkaran menjadi hal yang tidak dapat dihindari setiap harinya. Hubungan pun menjadi dingin dan hambar, dan ikatan suami istri sekedar menjadi status diatas kertas tanpa adanya ikatan emosional di hati pasangan tersebut.

Kawan, ada apa dengan kita?

Bahkan di luar sana, banyak orang yang sudah sekian lama menunggu jodohnya yang belum kunjung datang. Mereka bahkan bisa melakukan apapun agar jodoh mereka bisa datang. Namun ketika kita telah dimudahkan Allah untuk mendapatkan jodoh kita, lalu mengapa justru kita menyia-nyiakannya dengan lebih memilih mengunggulkan ego kita dari pada berkasih sayang kepada suami kita?

Kenapa kita malah memilih saling menyakiti dan bukan sama-sama menundukkan hati dan saling mengisi agar bersama-sama belajar lebih baik dihadapan Allah?

Jika kita beralasan ini dan itu atas kekurangannya, kawan... apakah kita lupa bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Pun begitu dengan diri kita. Malah bila kita bisa menyikapi kekurangan itu dengan bijak, maka kita loh justru akan kelihatan mendekati sempurna. Lalu mengapa kita nggak lakukan itu semua? Selain itu hubungan pun akan kelihatan lebih hangat dan manis bukan?

Kawan, berapa milyar laki-laki di dunia ini, namun kenapa kita dipasangkan oleh Allah dengannya? Pastilah bukan hanya sekedar kebetulan saja Allah memberikan takdir kita seperti ini. Tapi Allah hendak menjadikan sebuah pelajaran lewat pernikahan kita ini. Salah satunya adalah pelajaran bersyukur, dan pelajaran menerima dengan luas hati kekurangan dan kelebihan pasangan kita.

Janganlah kita berandai-andai begini dan begitu, atau kalau saja begini dan atau kalau saja begitu, Allah yang lebih tahu kebutuhan kita dan ingin kita menjadi lebih baik selalu. Karena itu kita diberi pasangan seperti pasangan kita sekarang.  

Berbahagialah saja, dan berbahagialah terus, bersyukurlah saja, dan bersyukurlah terus, berprasangka baiklah saja dan berprasangka baiklah terus kepada Allah dan kepada pasangan kita. Karena toh hidup di dunia ini hanya sekali saja. Kita menikah pasti sudah banyak masalah, kenapa harus menambah masalah dengan hadirnya ego di masing-masing diri kita?

Kawan, masalah dalam rumah tangga juga seharusnya bisa lebih ringan di selesaikan berdua dari pada hanya sendiri saja, bukan? Karena itu mari belajar untuk menghilangkan ego, dan menjadi pribadi yang menyenangkan bagi pasangan kita. Karena itu, tersenyumlah, belajar berbesar hatilah, dan lalu rangkul pasangan kita agar kita bisa bersama-sama bahagia dan meraih ridho Allah bersama.

 

(NayMa)



RELATED ARTICLE