Dear Rasulullah ... | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Dear Rasulullah ...

280 kali dilihat

Hari ini teman-temanku bertanya kepadaku, tentang Engkau Ya Rasul. Mereka bilang, Engkau tidak seperti yang dibilang. Mereka juga ingin aku menggambarkan wajahMu, sebagai bukti jika Engkau benar-benar nyata.

Ya Rasulullah...

Aku suka melukis, tapi aku tidak pernah melihat wajahmu. Akupun bingung jika harus menggambarkanMu. Jadi aku hanya bisa menulis...

Dan sambil menulis aku mengingat, bahwa Kau memerintahkan kepada umatmu agar tidak marah. Bahkan Kau mengulanginya sampai 3 kali. Itu adalah perbuatan yang sangat mulia. Karena bagiku menahan marah itu susah sekali. Tapi Kau malah menganjurkan itu, demi tetap menjaga kasih sayang sesama manusia.

Kau juga mengajarkan umatmu agar selalu memaafkan yang membenci umatmu dan berbalik mengasihi mereka. Seperti saat kau menyuapi nenek buta dijalan, padahal setiap hari dia selalu habis-habisan menghinamu. Dia akhirnya tidak tahu bahwa yang dia hina setiap hari itu adalah dirimu, manusia mulia yang telah memberi, menyuapi dan melembutkan makanan untuknya. Setiap hari, pula.

Kau juga mengajarkan untuk selalu bersabar, seperti Engkau yang selalu sabar saat diganggu oleh musuh-musuhmu, dan malah menjadi yang pertama menjenguk mereka saat mereka sakit.

Kau juga mengajarkan untuk mendoakan kebaikan bagi semua orang, bahkan yang telah menyakitiMu. Seperti saat kau malah mendoakan agar Umar diberi Hidayah untuk masuk Islam, padahal sebelumnya dia adalah orang yang sangat keras memusuhimu.

Ya Rasulullah...

Mungkin keindahan akhlakmu inilah yang menjadikanmu lebih indah dari pada bulan purnama. Seperti itulah gambaran yang dulu aku baca dari tulisan seorang ulama. Lalu bagaimana aku harus menggambarkan semua keindahan itu hanya dengan kertas dan pensil?

Ya Rasulullah...

Maafkanlah teman-temanku, ...

Mungkin mereka tidak mencintaiMu karena tidak pernah melihatMu. Sehingga kemudian mereka meledekMu.

Tapi aku sangat mencintaiMu dan mengagumi ajaranMu, walaupun aku tidak pernah melihatMu.

Karena itu, aku sangat berharap bahwa kau akan datang sebentar saja disini,

Satu jam saja..

Satu menit saja, atau..

Beberapa detik saja...

Dan setelah itu, ...

Mungkin akhirnya teman-temanku dapat mengerti, mengapa aku begitu mencintaimu dan bahkan tidak akan sanggup untuk menggambarkan wajahMu.  

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE