DiaryHijaber
Dan Akhirnya Mereka Memilih Bertaubat | DiaryHijaber.com

Writer : NayMa Editor : NayMa

Dan Akhirnya Mereka Memilih Bertaubat

Ada orang di dunia ini yang akhirnya membuat keputusan buat bertaubat. Mereka dengan tegas bilang ke diri mereka sendiri untuk ngambil jalan kebaikan, setelah sebelumnya mereka banyak ingkar dan berbuat dosa. Banyak yang heran, bahkan mungkin juga banyak yang protes dengan perubahan mereka. Tapi itulah pilihan hidup. Dan mereka mantab melakukan semua itu, karena mereka juga memiliki beberapa alasan yang mantab dari dalam diri mereka. Salah satunya adalah seperti dibawah ini ;

1. Orang yang bertaubat, bukan berarti mereka nggak bisa jadi manusia “rusak”. Merekapun bisa “rusak” seperti yang lain kalau mereka mau. Tapi mereka memilih buat NGGAK “rusak” kaya’ yang lain. Karena apa? Karena mereka waras dan nggak mau hidup mereka selanjutnya jadi lebih “rusak”. Jadi kalau ada orang-orang “rusak” bilang ke mereka, “ah kamu nggak bisa nikmatin hidup”. Jangan salah kawan, justru mereka orang-orang yang memilih untuk bertaubat itu punya keinginan lebih besar buat bisa lebih nikmati hidup mereka, sekaligus menyelamatkan hidup mereka sendiri dari “kerusakan”. Dan yang begini lebih long lasting, loh. Beda dengan yang sekedar senang-senang dan yang merusakkan diri mereka sendiri. Menikmati hidup dengan cara begitu negatif begitu ada efek sampingnya, yang nggak kecil pastinya. Sayangnya kebanyakan efek samping dari semua itu baru dengan jelas dirasakan, kalau mereka udah tua atau ketika efek buruk itu langsung mengenai mereka. Dan orang yang memilih bertaubat alias menyerah, tunduk dan mau patuh pada aturan Allah nggak mau mengalami semua itu. Pilihan hidup yang sangat wajar dan waras kan?

2. Mereka memilih buat taubat, karena mereka pengen selamat. Secara, diakui ataupun nggak, hati tuh nggak bisa bohong kalau nggak ada jalan hidup yang menyelamatkan, yang baik dan yang lebih baik buat dilalui, kecuali jalan Allah Ta’ala. Bahkan iblis, si nenek moyangnya kejahatan pun mengakui kalau hanya Allah sajalah sumber segala sumber kebaikan dan keselamatan itu. Karena itulah orang-orang yang bertaubat akhirnya ingin mendapatkan hidup yang serba selamat, baik, gampang, dan kalau bisa yang lurus-lurus aja. Kalaupun ada halangan, maka halangan itu gampang buat dilalui atau disingkirkan. Dan jalan satu-satunya buat dapat kehidupan nyaman macam ini, ya kudu ikut apa maunya Allah. Secara, kalau kita patuh sama bos di kantor aja pasti bos kita juga bakal senang. Apalagi Allah, zat yang Maha Kuasa serta bosnya segala bos, pastinya juga lebih akan memudahkan hidup kita kalau kita mau patuh, tunduk dan taat kepadaNya. Ya nggak, sih?

3. Semua orang bakal mati. Dan mau nggak mau itu pasti terjadi. Dan ketika kita mati, aturan Allah Ta’ala sajalah yang bakal berlaku. Jadi orang taubat itu nggak mau tampil bodoh di hidup mereka yang hanya sekali-kalinya ini. Mereka jauh-jauh hari menyiapkan segala sesuatu yang bakal buat kematian mereka, dan hidup mereka sesudah mati itu nyaman. Apalagi kematian nggak pakai bilang-bilang dulu kan datangnya. Datang, langsung cabut lagi. Udah. Karena itulah pantas kalau kita bilang mereka itu pintar dan visioner banget. Karena saat yang lain masih pada buang waktu, mereka malah udah “kencangkan ikat pinggang” buat siap-siap menyambut kehidupan selanjutnya dengan lebih baik.

4. Kawan, manusiawinya manusia pasti butuh seseorang yang bisa jadi sahabat, serta orang terdekat yang mereka percaya. Dan manusiawinya juga, nggak ada manusia yang bisa 100 persen dipercaya penuh sama manusia yang lainnya. Beda sama Allah, yang nggak cuma bisa jadi sekedar sahabat kita, tapi juga pemberi jalan keluar yang bisa kita diandalkan setiap waktu. Tapi itupun terjadi kalau kita sebagai hambaNya mau mendekat kepadaNya. Dan satu-satunya cara buat mendekat, adalah dengan taubat dulu dari semua maksiat, dan nurut dan patuh sama apa yang Allah mau.

5. Dan alasan paling banyak mereka buat taubat adalah, “Nggak mau capek hati lagi, deh”. Secara gitu, momen yang paling capek dan nyesek itu adalah saat manusia bertengkar dengan hati nurani mereka sendiri. Sedang hati itu walaupun manusianya rusak kaya’apapun, tapi dia akan tetap senantiasa menuntun menuju kebaikan. Dan jika permintaan hati nurani itu nggak dipenuhi, maka dia akan tetap terus merongrong manusia, sehingga manusia itu benar-benar menyerah dan mengikuti apa yang dikatakan hati nuraninya.

Begitulah kawan kurang lebih beberapa alasan mereka yang memilih buat taubat dari maksiat atau kelalaian. Dan akhirnya bisa kita simpulkan kalau orang-orang yang bertaubat atau memilih buat bertaubat adalah mereka yang sangat beruntung. Karena selain mereka akhirnya mendapat banyak kebaikan, mereka juga selamat dan sisa hidup mereka pun lebih membahagiakan. Semua itu cocok banget deh dengan yang sudah difirmankan oleh Allah di dalam Al Quran, (yang artinya), “Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31)

Semoga kita juga besok atau hari ini bisa mengikuti jejak mereka yang bertaubat dan penuh keberuntungan ini, sebelum jatah waktu hidup kita habis dan kita nggak menyadarinya. Aamiin.

 

(NayMa)

 



RELATED ARTICLE