Dahsyatnya Peristiwa Di Padang Mahsyar | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna. P. Sari Editor : BL

Dahsyatnya Peristiwa Di Padang Mahsyar

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga , para sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari kiamat.

 

Hijabers, kita sebagai seorang muslim wajib mengimani akan adanya hari kiamat, yang merupakan rukun iman yang kelima. Pada hari itu, dunia dan seisinya hancur tak tersisa. Manusia lalu dibangkitkan dari kubur, dan akan dikumpulkan di sebuah tempat yang luas yang bernama Padang Mahsyar.

 

Semua manusia saat itu berada dalam keadaan sangat ketakutan dan kekhawatiran yang amat sangat, karena mereka semua harus mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shirothol mustaqim) sehingga ia di tanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan dikemanakan ia habiskan dan badannya untuk apa ia gunakan.” (HR Tirmizi).

 

Di Padang Mahsyar, manusia dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan. Tak hanya itu saja, manusia dikumpulkan disana dengan berbagai keadaan seperti berkendaraan, atau bahkan dalam keadaan diseret di atas wajah-wajah mereka.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang) berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.” (Hr. Tirmidzi).

 

Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa ada seseorang berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Wahai Rasulullah, bagaimana bisa orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bukankah Rabb yang membuat seseorang berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di atas wajahnya pada hari Kiamat?!” Qatadah mengatakan, “Benar, demi kemuliaan Rabb kami.” (Hr. Bukhari dan Muslim).

 

Saat itu, matahari juga didekatkan hanya sejauh satu mil dari manusia. Karena itulah manusia menjadi sangat berkeringat, hingga keringat itu menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan mereka masing-masing ketika di dunia.

 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa pada hari Kiamat kelak dan manusia dikumpulkan di padang mahsyar, kekuatan mereka tidaklah sama dengan kekuatan mereka ketika hidup di dunia. Akan tetapi mereka lebih kuat dan lebih tahan. Seandainya manusia sekarang ini berdiri selama 50 hari di bawah terik matahari tanpa naungan, tanpa makan, dan tanpa minum, niscaya mereka tidak mungkin mampu melakukannya, bahkan mereka akan mati. Namun pada hari Kiamat nanti, mereka mampu berdiri selama 50 tahun tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa naungan, kecuali beberapa golongan yang dinaungi Allah Ta’ala. Mereka juga mampu menyaksikan kengerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah keadaan penghuni Neraka yang disiksa dengan begitu kerasnya, namun mereka tidak lalu mati karenanya. Allah Ta’ala berfirman: “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An-Nisa’: 56).

Continue reading on next page...



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top