Coba Dilihat Siapakah Mahrom Kita Sebenarnya | DiaryHijaber.com

Writer : Ratna P Sari Editor : BL

Coba Dilihat Siapakah Mahrom Kita Sebenarnya

Kita mungkin sering mendengar tentang kata mahrom. Namun apakah kita telah mengetahui makna atau arti dari kata tersebut? Padahal mahrom ini berkaitan dengan banyak masalah. Sebagai contoh, tidak diperbolehkannya seorang wanita berduaan dengan laki-laki kecuali dengan mahromnya, tidak diperbolehkannya wanita bepergian jauh kecuali dengan mahromnya, dan lain- lain. Karena itu, mari kita mempelajari sedikit tentang makna dari kata mahrom ini bersama- sama.

Arti dari mahrom adalah wanita yang haram dinikahi oleh laki-laki. Allah Ta’ala berfirman di dalam Alquran, surat An Nisa ayat 22 sampai 24, (yang artinya),

“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.”

Mahrom terbagi menjadi dua yaitu,

1. Mahrom yang tidak boleh dinikahi selamanya. Rinciannya adalah sebagai berikut :

a. Karena nasab

Yang termasuk dalam golongan ini adalah ibu, anak perempuan, saudara perempuan, bibi dari jalur ayah dan bibi dari jalur ibu, serta serta keponakan atau anak perempuan dari saudara kandung kita baik yang laki- laki ataupun yang perempuan.

b. Karena ikatan perkawinan

Yang termasuk di dalam golongan ini adalah Istri dari ayah kita, ibu mertua, anak perempuan dari istri, serta menantu.

c. Karena persusuan

Yang termasuk dalam golongan ini adalah wanita yang menyusui dan ibunya, saudari persusuan, bibi persusuan, anak dari saudara persusuan, ibu dari suami dari wanita yang menyusui, saudara perempuan dari suami dari wanita yang menyusui.

 

2. Mahrom yang tidak boleh dinikahi sementara waktu. Rinciannya adalah sebagai berikut :

a. Saudara perempuan dari istri (ipar)

b. Bibi dari jalur ayah atau ibu) dari istri. Namun jika istrinya telah dicerai atau meninggal dunia, maka laki-laki tersebut boleh menikahi bibinya.

c. Istri yang telah bersuami dan istri orang kafir jika ia masuk Islam.

d. Wanita yang telah ditalak tiga, maka ia tidak boleh dinikahi oleh suaminya yang dulu sampai ia menjadi istri dari laki-laki lain.

e. Wanita musyrik sampai ia masuk Islam

Allah Ta’ala berfirman, (yang artinya), “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.” (QS. Al Baqarah: 221).

f. Wanita pezina

Bersama wanita pezina sampai ia bertaubat dan melakukan pembuktian kosongnya rahim, yaitu menunggu satu kali haidh atau sampai bayi dalam kandungannya lahir.

g. Wanita yang sedang ihrom sampai dia tahallul

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang sedang berihram tidak diperbolehkan untuk menikahkan, dinikahkan dan meminang.” (HR. Muslim no. 1409, dari ‘Utsman bin ‘Affan).

h. Wanita yang kelima sedangkan masih memiliki empat istri

Allah Ta’ala berfirman, “Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. (QS. An Nisa’: 3).

 

Semoga Hijabers dapat lebih mengerti mengenai hukum mahrom tersebut.



RELATED ARTICLE

comments powered by Disqus
Top